Jakarta, danantaranews.id – Tantangan ekonomi global terus bergolak hingga hari ini. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta ibarat dua dayung yang wajib bergerak seirama. Irama yang selaras akan mengantar kapal besar bernama Indonesia berlayar menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang Presiden cita-citakan.
Pesan krusial tersebut mengemuka langsung dari Joseph Brahmana, perwakilan PT Brahmana Karya. Ia menyampaikan pandangannya saat menghadiri Simposium Nasional Strategi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta. Lembaga think tank ekonomi dan kebijakan publik, Infast Bestari, menggelar acara strategis ini guna menghadirkan ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan.
Mengoptimalkan Sektor Swasta demi Penyerapan Tenaga Kerja
Joseph Brahmana, yang bergerak aktif di bidang penyediaan sumber daya manusia (manpower) untuk industri minyak dan gas (oil and gas), menegaskan bahwa target ambisius tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Pemerintah dan pelaku usaha harus berjalan berdampingan demi menggerakkan roda perekonomian nasional secara optimal.
“Pemerintah dan swasta perlu bersinergi untuk mewujudkan cita-cita Presiden tentang pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujar Joseph dengan tegas di hadapan para peserta simposium.
Menurut analisis Joseph, kunci utama keberhasilan pencapaian target tersebut bermuara pada kemampuan sektor swasta dalam menyerap tenaga kerja secara masif. Penyerapan lapangan kerja yang luas otomatis akan menopang daya beli masyarakat dan memperkuat benteng perekonomian nasional dari ancaman krisis.
“Hal tersebut bisa dicapai terutama dengan mengoptimalkan sektor private untuk menyerap sebesar-besarnya sumber daya manusia kita,” tutur Joseph menjelaskan strategi penyerapan tenaga kerja.
Peluang Kerja Sektor Perkapalan dan Koperasi Urban
Selanjutnya, Joseph mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menatap horizon ekonomi yang lebih luas. Ia menyoroti potensi besar peluang kerja di laut, khususnya pada sektor perkapalan nasional maupun internasional. Menurutnya, wilayah perairan Indonesia menyimpang samudra kesempatan yang sangat luas dan menunggu pengelolaan secara maksimal.
Tersedianya banyak lowongan pekerjaan di industri perkapalan menjadi bukti konkret bahwa potensi penyerapan tenaga kerja Indonesia masih sangat besar. Kendati demikian, pemanfaatan peluang tersebut membutuhkan tata kelola yang terintegrasi melalui kemitraan kokoh antara pihak pemerintah dan pelaku bisnis swasta.
Dalam sesi diskusi bertema “Koperasi Urban”, Joseph memancarkan optimisme yang kuat terkait masa depan ekonomi Indonesia. Ia meyakini bahwa kolaborasi yang tulus serta langkah strategis yang terarah pasti membuka jalan lebar menuju kesuksesan bersama.
“Jika kolaborasi dan sinergi dilakukan, kita akan bisa sukses,” ucap Joseph penuh keyakinan.
Membangun Dialog Lintas Sektor secara Berkelanjutan
Acara simposium bentukan Infast Bestari ini turut menghadirkan jajaran tokoh penting dan pejabat regulator. Tampak hadir dalam forum tersebut Yoshi dari Infast Bestari, Direktur dari Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Direktur dari Kementerian UMKM. Kehadiran para pimpinan dan praktisi ini makin mempertegas bahwa dialog lintas sektor sudah menjadi keharusan mutlak dalam merumuskan kebijakan publik.
Dengan nada hangat dan tetap berpijak pada realitas lapangan, Joseph berharap momentum simposium ini menjadi titik awal penguatan sinergi yang berkelanjutan. Langkah nyata ini sangat penting agar target pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak sekadar berhenti menjadi wacana, melainkan menjelma menjadi kenyataan riil yang dampaknya terasa langsung oleh seluruh masyarakat di penjuru Nusantara. (*)
Leave a comment