Jakarta, Danantaranews.id – Kabar mengejutkan datang untuk para pengguna jalan bebas hambatan, khususnya para pelaku industri logistik di kawasan Jabodetabek. Pemerintah tengah meracik formula sakti untuk menyatukan tarif tol demi mendongkrak volume kendaraan yang masih sepi peminat.
Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dari unsur Masyarakat, Tulus Abadi, mengonfirmasi rencana besar mengenai integrasi tarif tol berbasis waktu dan wilayah ini. Langkah berani ini bertujuan menyelamatkan sejumlah ruas tol yang mencatatkan lalu lintas harian rata-rata (LHR) jauh di bawah target Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).
Aturan Baru Disahkan Akhir 2026
Pemerintah tidak main-main dalam memayungi kebijakan yang akan mengubah peta bisnis jalan tol di Indonesia ini. Menteri Pekerjaan Umum (PU) bakal mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) khusus untuk mengukuhkan basis kebijakan integrasi.
“Ya, benar, basis kebijakan integrasi itu akan dikukuhkan dengan Permen tentang Integrasi Tarif Tol, yang ditargetkan Rapermen tersebut akan disahkan pada akhir 2026,” tegas Tulus Abadi, Jumat (5/6/2026).
Kebijakan strategis ini merupakan mandat langsung dari Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jalan Tol. BPJT akan menerapkan aturan ini pada ruas-ruas tol yang sudah memenuhi syarat, terutama yang secara fisik dan operasional telah saling terhubung.
Tulus Abadi juga meluruskan bahwa wacana di tol milik Pelindo tersebut merupakan bagian dari rencana makro. Jalur logistik ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rencana integrasi tol secara keseluruhan di zona Jabodetabek.
Pelindo Ambil Langkah Cepat Monitoring Jalur Logistik
Manajemen Pelindo langsung bergerak cepat di lapangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur vital ini. Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Drajat Sulistyo memimpin langsung kegiatan site monitoring di lapangan.
Drajat Sulistyo melakukan peninjauan operasional didampingi oleh Plt Direktur Utama PT Akses Pelabuhan Indonesia Juli Tarigan. Direktur Utama PT CTP Tollways Derry Febrian Putra dan Direktur PT CTP Tollways Erwan Dwi Winanto juga ikut mengawal peninjauan sistem pengawasan JTCC tersebut.
Jalan Tol Cibitung-Cilincing sendiri memegang peran krusial sebagai cikal bakal akses utama logistik dari kawasan industri Cibitung menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Manajemen menegaskan bahwa layanan operasional di jalan tol merupakan prioritas utama karena menjadi bagian penting rantai pasok logistik nasional.
Melalui peninjauan ini, Pelindo berkomitmen penuh untuk terus memperkuat integrasi infrastruktur di tanah air. Langkah masif ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan logistik secara dramatis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
- aturan baru tarif tol jabodetabek
- biaya logistik tol pelabuhan tanjung priok
- BPJT
- CTP Tollways
- Headline
- Integrasi Tarif Tol
- integrasi tarif tol cibitung cilincing
- JORR 1
- Kementerian PU
- logistik
- Pelindo
- penurunan tarif tol ctp tollways
- Pilihan
- regulasi permen integrasi tarif tol
- Tol Cibitung Cilincing
- Tol Jakarta Cikampek
- Tulus Abadi
Leave a comment