Home Ekonomi Harga Pakan Bikin Resah Peternak, Kementan dan Satgas Pangan Polri Pantau Stok Jagung Nasional
Ekonomi

Harga Pakan Bikin Resah Peternak, Kementan dan Satgas Pangan Polri Pantau Stok Jagung Nasional

Share
Share

JAKARTA, danantaranews. IdPemerintah bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga pakan ternak yang mengancam keberlanjutan usaha peternak rakyat, khususnya peternak ayam petelur. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan Polri resmi turun ke lapangan untuk memverifikasi secara ketat ketersediaan serta alur distribusi jagung pakan di seluruh Indonesia.

Pemantauan difokuskan langsung pada rantai pasok dari sentra produksi, titik pengumpulan, hingga gudang/silo pedagang di kawasan strategis.

“Pemerintah ingin memastikan pasokan tersedia, distribusinya berjalan baik, dan peternak memperoleh jagung dengan harga yang wajar,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, di Jakarta.

Respons  Keluhan Peternak

Langkah tegas ini diambil guna merespons aspirasi para peternak yang mulai tertekan oleh kenaikan harga jagung pakan, mengingat komponen pakan menyumbang porsi biaya produksi terbesar dalam industri perunggasan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Gunawan, menegaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) serta laporan petugas di lapangan, stok jagung secara nasional sebenarnya berada dalam kondisi mencukupi.

Oleh karena itu, pemerintah berfokus membenahi rantai distribusi guna memastikan tidak ada sumbatan yang memicu kelangkaan buatan atau permainan harga di tingkat eceran.

Jaga Keseimbangan Harga Petani dan Peternak

Di sisi lain, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, menekankan pentingnya verifikasi fisik di lapangan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil.

“Bapanas bersama tim gabungan akan memverifikasi kesesuaian antara laporan stok dengan kondisi riil di lapangan. Prioritas kami adalah memastikan pasokan mengalir dengan baik sehingga keseimbangan harga dari tingkat produsen hingga pengguna tetap terjaga,” tegas Hermawan.

Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, Bapanas, dan Satgas Pangan Polri, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan iklim pasar yang adil: petani jagung tetap mendapatkan harga jual yang menguntungkan, sementara peternak rakyat memperoleh pakan dengan harga terjangkau.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun

JAKARTA, danantaranews.id – Perkembangan harga logam mulia di Pegadaian mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan hari ini. Berdasarkan pantauan resmi dari laman Pegadaian pada...

Buruan Daftar! Job Fair Jakarta Barat 2026 Hadirkan Ribuan Lowongan Kerja, Cek Jadwal & Lokasinya

JAKARTA, danantaranews.id – Bagi Anda yang sedang berburu pekerjaan, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudinakertransgi) Jakarta Barat resmi menggelar ajang bursa...

Related Articles

Kurangi Subsidi, Kuota LPG 3 Kg Dipangkas di 2027, Peneliti CORE Ungkap Risikonya

JAKARTA, danantaranews.id – Rencana pemerintah untuk mengurangi kuota LPG 3 kilogram bersubsidi...

Aturan Baru Kepmen ESDM 365/2026: Perusahaan Tambang Wajib Prioritaskan Pengusaha Lokal

JAKARTA, danantaranews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menerbitkan...

Transaksi Makin Luas, Bank Indonesia Bidik Penguatan Trust dan Sistem Anti-Fraud Digital!

JAKARTA, danantaranews.id – Seiring pesatnya adopsi transaksi digital di Tanah Air, Bank Indonesia...

Bukan Cuma Label, BPJPH: Sertifikat Halal Senjata UMKM Tembus Pasar Global

SURABAYA, danantaranews.id – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa penguatan...