danantaranews.id – Dering pesan singkat di grup WhatsApp pada Jumat (24/9/2026) pagi itu menjadi penanda dimulainya agenda rutin yang selalu dinanti.
“Kita Jumatan di Masjid Al Ittihad Tebet Mas hari ini. Kumpul dan ngopi di rumah saja. Oh ya, sepatu pesanan sudah ada di rumah. Tinggal dibagikan saja,” tulis sang Ketua Umum Safari Jumat Tebet-Bekasi menyapa para anggotanya.
Pemilihan Masjid Al-Ittihad di kawasan Tebet Mas hari itu bukan tanpa alasan. Selain dekat dengan kediaman, Pak Ketum punya agenda khusus: ia dipercaya menjadi saksi dalam prosesi akad nikah salah satu kerabatnya yang digelar di area dekat lokasi tersebut.
Tepat pukul 08.10 WIB, enam rombongan Divisi Bekasi (termasuk Pak Ustadz dan Gus Temanggung) bergerak dari base camp Jatiasih. Menembus laju jalanan pagi, mereka tiba di kediaman Pak Ketum pada pukul 09.30 WIB.
Acara kecil berupa pembagian sepatu pesanan jemaah pun berlangsung hangat. Setelah menyaksikan para anggota menjajal sepatu barunya, Pak Ketum beserta istri bertolak menuju lokasi acara sakral tersebut.

Tak lama berselang, tiga anggota Divisi Tebet mulai merapat satu per satu. Pukul 10.15 WIB, Pak Ketum yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai saksi nikah kembali ke rumah untuk bersiap menuju masjid. Hari itu, genap 10 jemaah Safari Jumat Tebet-Bekasi berkumpul, siap menunaikan ibadah bersama.
Rekor Unik: Formasi ‘4-4-2’ Dalam Kabin
Perjalanan menuju masjid siang itu menghadirkan riuh tawa yang mungkin akan menjadi rekor tak terlupakan bagi rombongan.
Bagaimana tidak? Sebanyak 10 orang anggota memutuskan berangkat bersama menggunakan satu unit kendaraan yang sebenarnya berkapasitas 8 penumpang.
“Maju sedikit dong,” seru salah satu anggota yang berdesakan di baris paling belakang.
“Udah susah gerak nih!” timpal rekannya dari barisan yang sama, disambut gelak tawa renyah penghuni kabin lainnya.
Tatanan tempat duduk darurat itu berseloroh dinamai formasi ‘4-4-2’ (mirip susunan pemain sepak bola yang siap berlaga di lapangan hijau).

Beruntung, jarak dari kediaman Pak Ketum menuju Masjid Al-Ittihad tak sampai 1 kilometer. Pukul 11.27 WIB, mobil berkapasitas ekstra itu tiba dengan selamat di pelataran masjid.
Kesejukan Masjid Raya Al-Ittihad yang Ramah Lansia
Berdiri megah di Komplek Tebet Mas Indah, Jakarta Selatan, Masjid Raya Al-Ittihad menyapa setiap jemaah dengan suasana teduh. Deretan pohon rindang menaungi area parkirnya yang luas.
Masjid dua lantai bernuansa hangat ini berdiri di atas lahan sekitar 6.500 m² dengan luas bangunan mencapai 1.900 m². Salah satu keunikannya terletak pada arsitektur kubah berbentuk bintang segi delapan.
Diresmikan pada 20 Maret 1987 oleh Menteri Dalam Negeri kala itu, H. Soedharmono, S.H., masjid ini juga dirancang amat ramah lansia karena telah dilengkapi fasilitas eskalator.

Saat melangkah ke dalam ruang utama, hamparan karpet merah tebal dan sejuknya pendingin udara langsung menyambut, membawa ketenangan mendalam bagi siapa saja yang beribadah di dalamnya.
Siang itu, sang khatib menyampaikan pesan berharga dalam mimbar Jumat. Ia mengingatkan jemaah untuk mempertegas kedalaman iman—bahwa iman tak sekadar bersemayam di dalam hati, tetapi wajib diwujudkan melalui tindakan nyata menjalankan perintah Allah SWT serta meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW, agar kelak dapat dikumpulkan bersama Beliau di surga-Nya.
Merawat Ingatan di Atas Ratusan Jejak Masjid
Usai menunaikan salat dan berdoa, rombongan kembali meluncur ke kediaman Pak Ketum.
Formasi 3-4-3 coba digunakan pada perjalanan pulang. Namun sebelum memutuskan bergerak, Katim Divisi Bekasi memutuskan menerbitkan 2 kartu merah.
Bukan tanpa alasan, sebab kondisi dalam kabin jadi tak kondusif. 2 anggota dikeluarkan dari kabin mobil dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke kediaman ketua umum.
Sampai di rumah Pak Ketum hidangan makan siang lezat yang disiapkan khusus oleh Ibu Ketum telah menyambut mereka.
Hadir pula 2 tamu spesial, yaitu 2 istri dari anggota jemaah divisi Tebet.
Usai santap siang, Pak Ketum membuka perbincangan hangat, memancing ingatan para anggota tentang perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama. Satu per satu nama masjid mulai dihitung kembali.
Tanpa terasa, perjalanan Safari Jumat Tebet-Bekasi telah menyinggahi lebih dari 100 masjid. Mulai dari masjid berukuran megah, berarsitektur unik, hingga bangunan bernilai sejarah tinggi yang menjadi saksi peradaban Islam.
Jejak langkah mereka terbentang luas melintasi kota dan kabupaten di wilayah Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Jawa Tengah. Baik di jalur utara, tengah, maupun selatan.
Sebuah perjalanan spiritual yang tak hanya menguatkan kebiasaan ibadah, tetapi juga memperluas wawasan atas jejak syiar Islam di Tanah Jawa.
Semoga para anggota Safari Jumat Tebet-Bekasi senantiasa diberi kesehatan dan keistiqamahan untuk terus melangkah.(***)
Leave a comment