danantaranews.id – Selasa (22/9/2026) menjadi hari bersejarah bagi Nyonya dan gengnya—sesama mantan wali kelas di SMP IT Arafah Bekasi.
Setelah mengendap selama tiga tahun, wacana mengunjungi sahabat yang pindah ke Sumedang karena mengikuti tugas suami akhirnya terwujud.
Sebagai pria “paling ganteng” di rombongan, saya bertugas mendampingi Nyonya dan empat emak-emak berenergi ekstra ini.
Rencana awal berangkat pukul 07.00 WIB sempat diwarnai kejutan ketika salah satu anggota sudah mengetuk pintu sejak pukul 06.00 WIB.

Tepat pukul 07.13 WIB, mobil berkapasitas tujuh penumpang itu resmi melaju membelah jalanan dari Bekasi menuju Sumedang.
Kabin Riuh dan Sambutan Warm Sumedang
Suasana di dalam kabin langsung riuh. Percakapan mengalir tanpa henti, mulai dari nostalgia masa sekolah anak-anak, topik para suami, hingga isu politik dan berita viral terkini, seperti kasus jurnalis hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau, pensiunan DPR, hingga Eks Menkeu Purbaya.
Setelah rehat sejenak selama 45 menit di Rest Area KM 88 Tol Cipularang untuk menikmati minuman hangat, perjalanan dilanjutkan menembus rute Padaleunyi, Cisumdawu, dan keluar di Exit Tol Pamulihan.

Dipandu Google Maps, tak sampai 20 menit kami sudah tiba di Dusun Talun, Desa Pasigaran, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
“Akhirnya wacana yang sudah 3 tahun kesampaian juga,” puji sang tuan rumah menyambut kedatangan koleganya. Aksi cipika-cipiki hangat mewarnai rumah berukuran 100 meter persegi tersebut.
Sajian teko teh hangat, Tahu Sumedang, dan Ubi Cilembu langsung menyapa lidah.
Santap Siang Syahdu di Kampung Kawangi
Usai salat Dzuhur, petualangan kuliner berlanjut ke Rumah Makan Kampung Kawangi di Jalan Karanganyar, Dusun Talun. Tempat makan berkonsep Sunda tradisional ini menawarkan saung bambu di tengah hamparan sawah dan ladang ubi cilembu, lengkap dengan perabotan jadul seperti cangkir dan piring kaleng.

Menu genjer, ikan asin, sambal, tahu, tempe, jengkol, serta ikan nila dan ayam goreng tersaji anggun. Perpaduan rasa lapar, hembusan angin segar, serta latar Gunung Geulis dan Gunung Cijambu membuat semua hidangan ludes seketika. Sesi foto dengan latar rumah panggung dan lanskap hijau pun tak terlewatkan.
Kembali Muda di Kampoeng Ciherang
Puas bersantap, rombongan bergerak ke Wana Wisata Kampoeng Ciherang di Dusun Sukaratu RT 01 RW 02, Desa Cijambu. Area hutan pinus seluas 12 hektare di lereng Gunung Cijambu (1.881 mdpl) ini menyulap emak-emak kembali berjiwa muda.

Gelak tawa membahana saat mereka menyusuri jalan setapak, menyeberangi sungai surut di musim kemarau, hingga meminjam atribut tenda anak-anak kemping demi foto terbaik.
Hari makin senja ketika kami harus berpisah dengan Kampoeng Ciherang. Sekira pukul 19.30 WIB, rombongan bertolak pulang dan mendarat kembali di Bekasi pukul 22.00 WIB dengan selamat.
Satu pelajaran berharga dari trip ini: silaturahmi harus terus dijaga meski bertahun-tahun tak bersua. Selain mendatangkan kebahagiaan, menjaga silaturahmi insya Allah memanjangkan umur.
Leave a comment