Jakarta, danantaranews.id — Danantara Indonesia memastikan keberlanjutan pembangunan proyek hunian berbasis transit LRT City. Manajemen mengambil langkah strategis ini untuk merestrukturisasi konsep pengembangan sekaligus memberikan jaminan kepastian bagi masyarakat yang telah menantikan penyelesaian hunian mereka.
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) selaku pengembang bakal menggarap kembali proyek ini dengan pendekatan baru. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan komitmen tersebut dalam pertemuan internal bersama Tim Danantara Indonesia.
Dony menyampaikan bahwa Danantara akan merombak total tata kelola dan desain proyek agar proses pengerjaan berjalan lebih cepat dan efisien. Langkah perbaikan ini mencakup penataan ulang tampilan bangunan hingga pembaruan strategi komersial di kawasan tersebut.
“Nomor satu keputusannya kita akan meneruskan project ini. Kita akan hire arsitek baru untuk melakukan proses. Fasadnya akan kita ubah, begitu juga desain bisnis modal, termasuk komersial area-nya,” ujar Dony melansir akun Instagram resmi BP BUMN.
Merombak Desain dan Model Bisnis Kawasan Hunian
Proses penataan kembali proyek LRT City melibatkan arsitek baru yang memegang peran utama dalam menyusun ulang konsep visual dan tata ruang. Tim arsitektur akan mengubah tampilan luar (fasad) kawasan agar tampil lebih modern dan menarik bagi calon penghuni maupun investor.
Selain pembenahan fisik, Danantara juga merestrukturisasi model bisnis kawasan komersial di sekitar hunian. Tim manajemen merancang ulang area komersial ini untuk memaksimalkan potensi pendapatan berulang sekaligus menghidupkan ekosistem bisnis di sekitar stasiun transit.
Danantara melihat proyek hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) ini masih memiliki daya tarik komersial yang sangat tinggi. Lahan proyek yang membentang di titik-titik strategis menyimpan nilai investasi yang menjanjikan bagi keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, arah penataan proyek tidak sekadar mengejar target penyelesaian fisik gedung. Manajemen memastikan setiap unit hunian dan area komersial yang terbangun memenuhi standar kelayakan bisnis serta berdaya saing tinggi di pasar properti nasional. Anda juga bisa membaca informasi menarik lainnya seputar perkembangan investasi properti dan BUMN.
Meningkatkan Kualitas dan Menjamin Kepastian Hak Pembeli
Langkah tegas Danantara meneruskan megaproyek ini menjadi angin segar bagi para pembeli. Banyak konsumen yang telah menginvestasikan dana mereka dan menanti kepastian jadwal serah terima unit hunian dengan cemas.
Danantara mendorong pengembang agar menggerakkan kembali roda pembangunan secara terarah dan terukur. Manajemen menekankan pentingnya menjaga kualitas konstruksi agar bangunan yang selesai nanti memenuhi ekspektasi dan standar keamanan pembeli.
Dony menggarisbawahi bahwa pertimbangan Danantara melanjut penataan proyek tidak semata-mata berpatokan pada keuntungan finansial belakangan ini. Tanggung jawab moral dan hukum terhadap konsumen menjadi prioritas utama di atas kalkulasi bisnis semata.
“Saya berharap keputusan kita ini keputusan yang baik. Ini keputusan yang memang tidak hanya sekedar komersial. Jadi langkah-langkahnya yang pertama, segera cari orang,” tegas Dony.
Langkah Cepat Eksekusi Proyek
Sebagai langkah awal dari keputusan ini, Danantara menginstruksikan tim operasional untuk segera merekrut tenaga ahli dan profesional yang dibutuhkan. Manajemen ingin memastikan jajaran baru ini dapat langsung bekerja menyusun ulang rencana kerja dan mengeksekusi proyek di lapangan.
Melalui integrasi kepemimpinan dan pengawasan ketat dari Danantara, penyelesaian proyek LRT City kini memiliki arah yang lebih jelas. Keputusan ini memadukan kepastian perlindungan konsumen, peningkatan mutu hunian, serta pengoptimalan potensi aset bisnis ADCP secara berkelanjutan. [*]
Leave a comment