Home Ekonomi Pemangkasan Anak Cucu BUMN: Pengamat Ingatkan Risiko Penguasaan Aset Strategis oleh Swasta
Ekonomi

Pemangkasan Anak Cucu BUMN: Pengamat Ingatkan Risiko Penguasaan Aset Strategis oleh Swasta

Share
Bea Cukai & BAIS TNI sukses bongkar sindikat pita cukai palsu Rp570 miliar di Semarang. Awas, negara darurat rokok ilegal! Siapa bekingan di baliknya?
Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria
Share

Jakarta, danantaranews.com – Pemangkasan anak cucu BUMN Pertamina dan PLN harus menjaga kendali negara atas aset strategis agar tidak jatuh ke

Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar BUMN seperti Pertamina dan PLN memangkas anak serta cucu perusahaan membawa angin segar bagi upaya efisiensi nasional. Pemerintah menargetkan proses restrukturisasi ini mampu mempercepat pengambilan keputusan, menggenjot produktivitas, dan menjaga efisiensi BUMN secara berkelanjutan.

Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria menyambut baik langkah efisiensi BUMN tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar proses penyederhanaan struktur ini tidak tergelincir dan justru mengikis kendali negara terhadap aset-aset strategis.

“Yang harus dipertanyakan bukan hanya berapa banyak anak-cucu perusahaan yang dibubarkan atau digabung. Pertanyaan terpenting adalah bisnis dan asetnya akan dipindahkan ke mana dan siapa yang akhirnya mengendalikan bisnis tersebut,” ujar Sofyano dalam keterangannya di Jakarta.

Waspadai Pengalihan Aset Strategis ke Pihak Swasta

Sofyano menyoroti keberadaan entitas penting seperti Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan Pertamina Patra Logistik. Pemerintah harus mengawasi secara ketat skema pemindahan bisnis dan aset entitas tersebut, terutama jika pengalihan mengarah ke perusahaan yang sahamnya tidak 100 persen milik Pertamina.

Ia menekankan agar langkah efisiensi tidak sampai membocorkan penguasaan negara atas sektor vital kepada investor luar.

“Jangan sampai perusahaan milik negara dibubarkan atas nama efisiensi, tetapi bisnis dan aset strategisnya kemudian masuk ke perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki swasta atau investor asing. Kalau itu terjadi, kita harus menghitung kembali apakah kebijakan tersebut benar-benar memperkuat BUMN atau justru mengurangi penguasaan negara,” tegasnya.

Risiko Dilusi Kepemilikan pada Perusahaan Terbuka

Potensi masalah lain muncul apabila pemerintah mengalihkan aset dan bisnis anak usaha ke perusahaan terbuka (Tbk). Penggabungan usaha memang sekilas memperbesar skala bisnis dan nilai aset entitas penerima. Namun, aksi korporasi seperti penerbitan saham baru berisiko merubah struktur kepemilikan saham serta memicu dilusi.

Kondisi ini rentan menguntungkan pihak non-pemerintah secara finansial ketimbang memperkuat posisi keuangan negara.

“Secara bisnis mungkin terlihat lebih besar dan efisien. Tetapi negara harus memastikan bahwa nilai tambah yang berasal dari aset BUMN tidak justru semakin banyak dinikmati pemegang saham non-negara,” ucap Sofyano.

Konsistensi Nasionalisme Ekonomi dalam Desain Korporasi

Sofyano turut menyoroti kontradiksi yang berpotensi terjadi dalam pelaksanaan kebijakan ini. Pemerintah mengusung semangat nasionalisme ekonomi dan kewaspadaan terhadap dominasi asing. Namun, konsolidasi aset BUMN yang kurang cermat justru bisa membuka celah bagi masuknya pemegang saham swasta maupun asing.

“Jangan sampai kita melawan antek asing secara retorika, tetapi tanpa sadar memberikan ruang lebih besar kepada kepentingan non-negara melalui desain korporasi,” kata Sofyano.

Guna mencegah timbulnya kerugian negara, Sofyano meminta pemerintah bersama Danantara mengawal setiap proses merger dan pemindahan lini bisnis secara transparan. Pemerintah wajib memprioritaskan kepentingan nasional dan memperkuat kendali BUMN dari hulu ke hilir.

“Streamlining harus memperkuat BUMN, bukan sekadar membuat jumlah perusahaan lebih sedikit. Nasionalisme ekonomi harus terlihat dari siapa yang menguasai aset, siapa yang mengendalikan bisnis dan siapa yang menikmati manfaat ekonominya,” pungkasnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Pemkot Baubau Buka 750 Lowongan Kerja di Job Fair 2026, Ada Peluang ke Jepang

BAUBAU, danantaranews.id – Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menghadirkan 750 lowongan kerja melalui gelaran Job Fair 2026. Bursa kerja ini menjadi salah satu...

BGN Tegaskan Pendaftaran Mitra SPPG Gratis, Waspada Modus Penipuan!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap dugaan penipuan berkedok pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur...

Related Articles

Tembus Rp75 Triliun! Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia Melonjak 21,6 Persen

JAKARTA, danantaranews.id – Hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia menunjukkan...

Penyelewengan BBM Subsidi Disorot, Pelaku Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar

Pengamat energi Sofyano Zakaria mendesak aparat menindak tegas seluruh rantai penyelewengan BBM...

Danantara Siapkan US$100 Juta per Tahun, Rp600 Miliar untuk Dokter Spesialis!

Danantara Indonesia Trust memperkuat program kesehatan dan pendidikan. Sebanyak 1.343 dokter masuk...

10.070 Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi Serentak, Ini Target Pemerintah hingga Akhir 2026

LAMPUNG SELATAN, danantaranews.id – Sebanyak 10.070 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...