Home News Aturan Ganjil-Genap Jakarta Bakal Dihapus? Gubernur Pramono Anung Beri Sinyal Ini!
News

Aturan Ganjil-Genap Jakarta Bakal Dihapus? Gubernur Pramono Anung Beri Sinyal Ini!

Share
Share

JAKARTA, danantaranews.id – Wacana evaluasi hingga potensi penghapusan sistem pembatasan kendaraan ganjil-genap di Jakarta kembali menyita perhatian publik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberi isyarat bahwa masa depan kebijakan penataan lalu lintas tersebut sangat bergantung pada rampungnya seluruh pengerjaan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) hingga titik akhir kawasan Kota Tua.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang memacu penyelesaian rute MRT fase berkelanjutan yang dirancang membentang dari Pondok Labu hingga Kota Tua pada 2029 mendatang.

Sementara itu, untuk koridor vital yang menghubungkan Lebak Bulus menuju Harmoni dan Monas ditargetkan sudah mulai melayani penumpang secara komersial pada 2027.

Pramono menegaskan komitmennya untuk tidak mengambil keputusan prematur terkait penghentian atau perpanjangan aturan ganjil-genap.

Langkah terburu-buru di tengah masifnya pengerjaan konstruksi di koridor utama ibu kota dinilai hanya akan memicu kemacetan baru yang lebih parah bagi para pengguna jalan.

“Tentunya kalau saya jawab sekarang, saya tidak melihat kenyataan yang ada. Begitu saya cabut kebijakan ini, ternyata belum selesai sampai dengan Kota Tua, pasti lalu lintas ataupun transportasinya juga terganggu,” tegas Pramono Anung saat memberikan keterangannya di Balai Kota Jakarta.

Menurutnya, integrasi penuh moda transportasi massal hingga Stasiun Kota Tua bakal menjadi kunci utama pengurai simpul kemacetan yang selama ini menyumbat arus kendaraan akibat penyempitan jalan (neckbottling) di area proyek.

Setelah akses transportasi publik berbasis rel tersebut siap menampung beban mobilitas warga, efektivitas dan relevansi ganjil-genap baru bisa ditimbang secara terukur.

Meski demikian, Pemprov DKI tidak tinggal diam menunggu hingga 2029. Kajian teknis skala berkala terus dilakukan, khususnya pada titik-titik ruas jalan protokol yang mengalami penyempitan paling krusial akibat konstruksi MRT, seperti koridor Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk di Jakarta Pusat.

Dinamika pergerakan kendaraan di area-area terdampak proyek tersebut dievaluasi secara berkala guna menentukan apakah perlu ada penyesuaian diskresi ganjil-genap dalam waktu dekat demi menjaga kelancaran lalu lintas harian warga.

“Karena memang beberapa ruas sekarang ini terdampak, misalnya seperti Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan sebagainya. Sedang kita kaji untuk segera diputuskan,” pungkas Pramono.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Ini Link Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status via NIK

JAKARTA, danantaranews.id – Kabar gembira untuk para pekerja! Pemerintah kembali menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk kuartal IV 2026. Program BSU 2026 ini...

Cetak Rekor Produksi Listrik Panas Bumi, Laba Bersih PGE Melonjak 15,48 Persen

JAKARTA, danantaranews.id – Emiten energi terbarukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan laba bersih sebesar 79,6 juta dolar AS pada semester I...

Related Articles

Kemnaker Buka Seleksi Calon Hakim Ad Hoc PHI 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

JAKARTA, danantaranews.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka Seleksi Administratif Calon Hakim...

Ancam Hubungan Regional, Kebakaran Lahan Gambut Kalimantan-Sumatra Jadi Perhatian Serius Presiden Prabowo

JAKARTA, danantaranews.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan...

Pemkot Baubau Buka 750 Lowongan Kerja di Job Fair 2026, Ada Peluang ke Jepang

BAUBAU, danantaranews.id – Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menghadirkan 750 lowongan kerja...

BGN Tegaskan Pendaftaran Mitra SPPG Gratis, Waspada Modus Penipuan!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap...