JAKARTA, danantaranews.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Kalimantan dan Sumatra kini tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga berpotensi memicu dampak lingkungan di tingkat regional.
Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan pimpinan lembaga ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin sore guna mengevaluasi efektivitas pemadaman di lapangan.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menegaskan bahwa orang nomor satu di Indonesia tersebut memantau ketat dinamika penanganan karhutla.
Sebelum memasuki ruang rapat, Dudung mengungkapkan bahwa agenda rapat berfokus pada laporan berkala serta penguatan langkah operasional, khususnya di area-area rawan yang berstatus prioritas.
Pertemuan strategis yang berlangsung mulai pukul 16.30 WIB itu dihadiri jajaran menteri dan pimpinan tertinggi aparat keamanan secara langsung di Istana.
Tampak hadir Menko Polkam Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Guna menyelaraskan instruksi pusat dengan kondisi riil di daerah, rapat ini juga menyambungkan seluruh elemen komando wilayah secara jarak jauh. Lewat sambungan video conference, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama para Pangdam, Kapolda, serta Gubernur dari kawasan terdampak mengikuti jalannya pembekalan.
Sorotan utama dalam rapat ini tertuju pada dampak kabut asap yang mulai dirasakan warga di Singapura dan Malaysia. Karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah diakui menjadi tantangan terbesar bagi satgas pemadam.
Meski medannya terjal dan sulit ditundukkan, Menko Polkam memastikan pemerintah terus memobilisasi sumber daya secara optimal untuk memutus rantai penyebaran api dan menjaga ruang udara tetap aman.
Leave a comment