MAKASSAR, danantaranews.id – Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi menerapkan sistem ganjil-genap untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar.
Langkah taktis ini diambil guna mengurai antrean panjang kendaraan yang sempat mengular dan memastikan pelayanan distribusi BBM berjalan lancar.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengonfirmasi bahwa skema ini mulai membuahkan hasil positif di lapangan.
“Antrean di sejumlah SPBU di Makassar saat ini secara bertahap mulai melandai,” ujar Kitty dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).
Guna menyokong skema ganjil-genap tersebut, Pertamina Patra Niaga merancang serangkaian strategi operasional secara penuh:
-
Operasional 24 Jam: Sebanyak 25 SPBU di titik strategis Makassar beroperasi nonstop 24 jam.
-
Armada Mobil Tangki 24 Jam: Pengiriman BBM diperkuat dengan mengoperasikan mobil tangki penyalur sepanjang hari.
-
Penambahan Fasilitas: Menambah unit nozzle BBM subsidi, menugaskan ekstra operator, serta menerjunkan 3 unit SPBU Modular sebagai titik distribusi tambahan.
Langkah percepatan ini juga merespons lonjakan konsumsi BBM subsidi jenis Solar yang tercatat naik sekitar 10% hingga 15% pada periode Juni hingga Agustus 2026.
Sebelumnya, fenomena antrean panjang BBM di Makassar sempat tumpah di media sosial. Warga mengeluhkan antrean yang sudah mengular sejak pukul 04.33 WITA di beberapa titik, salah satunya di SPBU Ratulangi.
Menanggapi kelangkaan dan antrean tak biasa tersebut, Polda Sulawesi Selatan turun tangan mendalami dugaan praktik penyalahgunaan atau penimbunan BBM dan LPG oleh oknum nakal.
“Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali,” tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto.
Pertamina memastikan akan terus memantau dinamika di lapangan dan berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian serta Pemprov Sulsel agar ketersediaan BBM untuk mobilitas harian masyarakat tetap aman terkendali.
Leave a comment