JAKARTA, danantaranews.id – Proyek moda transportasi massal Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Manggarai hingga Velodrome resmi memasuki babak baru. Mulai hari ini, jalur kereta ringan tersebut secara resmi mulai beroperasi terbatas dalam rangka uji coba jelang operasional penuh.
Proyek strategis senilai Rp4,1 triliun milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) yang digarap oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini membentang sepanjang 6,4 kilometer dan dilengkapi dengan lima stasiun terintegrasi.
“Kami bersyukur akhirnya masyarakat dapat segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B,” ujar Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, dalam keterangannya di Jakarta.
Jadwal Uji Coba
Bagi Anda yang ingin menjajal layanan LRT Jakarta rute baru ini, perhatikan tiga tahapan operasional dan uji coba resminya:
-
Tahap 1 (Hari ini – 16 September 2026): Operasional Terbatas
Diperuntukkan khusus bagi perwakilan warga, lembaga, key opinion leader (KOL), jurnalis, serta tamu undangan.
-
Tahap 2 (17 September – 2 Oktober 2026): Uji Coba Komunitas
Dibuka untuk masyarakat umum dan komunitas yang telah melakukan registrasi terlebih dahulu. Jam operasional berlangsung selama 7 jam, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
-
Tahap 3 (12 Oktober – 30 November 2026): Uji Coba Umum Tanpa Kuota
Masyarakat dapat naik tanpa perlu melakukan registrasi terlebih dahulu dan tanpa pembatasan jumlah penumpang. Operasional akan diaktifkan secara penuh di seluruh stasiun selama 17 jam, mulai pukul 05.30 hingga 00.20 WIB.
Terintegrasi di 5 Stasiun Strategis
Rute LRT Jakarta Fase 1B melintasi lima stasiun utama, yaitu Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Keunggulan utama dari rute ini terletak pada integrasi antar-moda yang sangat solid. Salah satunya adalah Stasiun Manggarai yang dirancang terhubung langsung dengan KRL Commuter Line, jaringan bus Transjakarta, hingga Kereta Bandara menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kehadiran koridor baru ini diharapkan tak hanya mampu mengurai kemacetan dan memodernisasi transportasi ibu kota, tetapi juga turut berkontribusi menurunkan emisi karbon demi mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah.
Leave a comment