Home News Pabrik BYD Resmi Beroperasi di Subang: Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Siap Produksi 150 Ribu Mobil Listrik per Tahun!
News

Pabrik BYD Resmi Beroperasi di Subang: Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Siap Produksi 150 Ribu Mobil Listrik per Tahun!

Share
Pabrik BYD Subang (net)
Share

SUBANG, danantaranews.id – Komitmen transformasi industri otomotif ramah lingkungan di tanah air memasuki babak baru. Produsen kendaraan listrik terkemuka asal Tiongkok, BYD, secara resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) pertamanya di Indonesia. Berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, pabrik seluas 126 hektare ini dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun sekaligus menjadi fasilitas produksi global BYD yang ke-13.

Peresmian strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Momen bersejarah tersebut ditandai dengan roll-off unit BYD M6 DM sebagai kendaraan ke-100.000 yang diproduksi secara lokal di Indonesia, lengkap dengan penandatanganan simbolis pada kap mobil oleh kedua pejabat negara.

“Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pengoperasian pabrik baru ini membawa dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Indonesia. Saat ini ekosistem BYD telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal dan berkolaborasi dengan 200 mitra rantai pasok. Angka serapan tenaga kerja tersebut diproyeksikan melonjak hingga menembus 20.000 orang ketika fasilitas manufaktur beroperasi dalam kapasitas penuh. Selain itu, BYD menargetkan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada Januari 2027 mendatang demi memperkuat struktur industri nasional.

Luhut Binsar Pandjaitan turut menilai investasi BYD di Subang dapat menjadi bagian krusial dari pembangunan ekosistem industri kendaraan energi baru di Indonesia.

“Pengembangan industri tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga kerja, produktivitas, penguasaan teknologi, serta keterlibatan industri lokal,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Dari sisi teknologi, pembangunan pabrik yang memakan waktu 20 bulan ini dilengkapi dengan sistem produksi cerdas berbasis otomatisasi robotik presisi tinggi. Proses manufaktur di Subang mencakup tiga tahapan utama yang saling terintegrasi, yaitu welding (pengelasan), painting (pengecatan), dan final assembly (perakitan akhir). Penerapan teknologi ini menjamin fleksibilitas produksi, efisiensi tinggi, serta kontrol kualitas kendaraan yang sangat ketat.

Langkah BYD membangun pabrik di Subang sejalan dengan performa penjualan mereka yang luar biasa. Sejak masuk pasar Indonesia pada Januari 2024, BYD mencatatkan penjualan sebanyak 32.800 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026 dengan menguasai sekitar 35 persen pangsa pasar. Secara kumulatif, lebih dari 100.000 unit kendaraan energi baru telah dikirimkan kepada konsumen di tanah air melalui jaringan yang tersebar di lebih dari 100 lokasi. Beroperasinya fasilitas Subang ini tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai hub manufaktur global dan pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun

JAKARTA, danantaranews.id – Perkembangan harga logam mulia di Pegadaian mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan hari ini. Berdasarkan pantauan resmi dari laman Pegadaian pada...

Buruan Daftar! Job Fair Jakarta Barat 2026 Hadirkan Ribuan Lowongan Kerja, Cek Jadwal & Lokasinya

JAKARTA, danantaranews.id – Bagi Anda yang sedang berburu pekerjaan, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudinakertransgi) Jakarta Barat resmi menggelar ajang bursa...

Related Articles

APBN 2027, DPR Pangkas Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Rp11,44 triliun

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah bersama DPR RI resmi menyepakati besaran alokasi anggaran...

Bukan Cuma Viral, Ini 3 Langkah BAZNAS Bangun Kepercayaan Donatur di Era Digital

JAKARTA, danantaranews.id – Di tengah gempuran informasi dan perubahan perilaku masyarakat modern,...

Merasa Tidak Nyaman di LRT Jabodebek? Jangan Ragu Lapor, Petugas Bersiaga 24 Jam!

JAKARTA, danantaranews.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui manajemen LRT Jabodebek terus...

Kementerian PU Tutup Akses Padang-Solok Pasca-Banjir Bandang

SOLOK, danantaranews.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memutuskan untuk menutup sementara jalan...