Agenda pertemuan belum terungkap. Bahlil Lahadalia menunggu laporan Dirut Pertamina Simon Mantiri terkait persoalan kelangkaan BBM di Bali.
Jakarta, danantaranews.id – Presiden Prabowo Subianto memanggil CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Pertemuan tersebut menarik perhatian karena Bahlil juga menyinggung persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang masih menunggu penjelasan lebih lanjut.
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa masalah BBM di Bali menjadi agenda pembahasan bersama Presiden. Rosan dan Bahlil sama-sama belum membeberkan secara terperinci isu yang akan mereka bahas dengan Prabowo.
Rosan Roeslani Masih Rahasiakan Agenda Pertemuan
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani belum memberikan keterangan terperinci mengenai agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo. Saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rosan hanya menjawab singkat ketika ditanya mengenai pembahasan yang akan berlangsung.
“Nanti, nanti,” ujar Rosan.
Jawaban tersebut belum memberikan gambaran mengenai isu yang akan dibicarakan dalam pertemuan itu. Rosan juga belum menjelaskan apakah pembahasan berkaitan dengan Danantara Indonesia atau persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah.
Bahlil Buka Suara soal Kemungkinan BBM Bali Dibahas
Berbeda dengan Rosan yang memilih memberikan jawaban singkat, Bahlil Lahadalia menyinggung kemungkinan pembahasan mengenai kelangkaan BBM di Bali. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut belum tentu menjadi agenda pertemuannya dengan Presiden.
“Aku rapat dulu. Setelah rapat selesai, baru saya sampaikan kepada teman-teman media,” kata Bahlil.
Bahlil meminta awak media menunggu sampai rapat selesai sebelum memberikan keterangan lebih lanjut. Ia belum mengungkap isu utama yang akan dibahas bersama Prabowo maupun keputusan yang mungkin muncul dari pertemuan tersebut.
Bahlil Tunggu Laporan Dirut Pertamina Simon Mantiri
Terkait persoalan BBM di Bali, Bahlil mengatakan dirinya masih menunggu laporan dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. Menurut Bahlil, Simon datang dari lokasi yang berkaitan dengan persoalan tersebut dan akan menyampaikan laporan kepadanya.
“Saya rapat dulu ya. Pak Dirut Pertamina dari sana, nanti setelah itu saya akan mendapat laporan Pak Dirut Pertamina. Setelah itu saya sampaikan kepada teman-teman,” ujar Bahlil.
Laporan Simon menjadi salah satu informasi yang ditunggu sebelum Bahlil memberikan penjelasan kepada publik. Namun, Bahlil belum mengungkap penyebab kelangkaan BBM di Bali, kondisi pasokan terkini, ataupun langkah penanganan yang akan ditempuh.
Kelangkaan BBM Bali Masih Menunggu Penjelasan
Persoalan kelangkaan BBM di Bali masih membutuhkan keterangan lebih lanjut dari pihak terkait. Bahlil menyatakan akan menyampaikan informasi kepada media setelah menerima laporan dari pimpinan Pertamina.
Di sisi lain, belum ada pernyataan yang memastikan bahwa pertemuan Rosan dan Bahlil dengan Prabowo secara khusus membahas persoalan tersebut. Karena itu, hubungan antara agenda pertemuan di Istana dan kelangkaan BBM di Bali belum dapat disimpulkan.
Publik kini menunggu penjelasan lanjutan dari Bahlil setelah rapat dan penerimaan laporan Pertamina. Keterangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi BBM di Bali dan perkembangan penanganannya. (*)
Leave a comment