Home Ekonomi Genjot Hilirisasi Batu Bara Jadi Bensin, Kementerian ESDM Bikin Pajak Keringanan 7 Persen
Ekonomi

Genjot Hilirisasi Batu Bara Jadi Bensin, Kementerian ESDM Bikin Pajak Keringanan 7 Persen

Share
Share

JAKARTA, danantaranews.id – Langkah Indonesia menuju kemandirian energi nasional mendapatkan angin segar dari sektor perpajakan internasional.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis bahwa penerapan aturan pajak minimum global atau Global Minimum Tax (GMT) mampu menjadi magnet kuat untuk menarik investasi pada proyek-proyek hilirisasi batu bara di dalam negeri.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan bahwa penerapan skema GMT memberikan keuntungan ganda, baik bagi pelaku usaha maupun pemerintah. Negara tetap mendapatkan porsi pendapatan yang pasti, sementara investor memperoleh insentif fiskal yang cukup memikat.

“Dengan insentif ini (GMT) akan menjadi daya tarik. Bagi pemerintah memiliki ruang fiskal bagi negara,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Skema GMT menetapkan batas tarif pajak efektif minimum sebesar 15 persen bagi korporasi multinasional. Aturan ini dinilai sangat menguntungkan investor karena tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan standar sebesar 22 persen tidak lagi berlaku. Melalui skema ini, perusahaan multinasional mengantongi hemat pajak hingga 7 persen, sementara negara tetap mengamankan penerimaan sebesar 15 persen.

Daya tarik investasi ini menjadi kunci penting untuk mempercepat proyek pengolahan batu bara menjadi metanol hingga dimethyl ether (DME). Proyek pengolahan batu bara menjadi metanol sendiri saat ini sudah mulai berjalan dan dikembangkan oleh investor di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Kementerian ESDM mendorong agar hasil olahan metanol tersebut terus diproses menjadi produk turunan lain yang bernilai tinggi, mulai dari bahan baku biodiesel hingga diproses secara kimiawi menjadi DME maupun bensin.

Pengembangan teknologi pemrosesan ini selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian pangan dan energi. Saat menghadiri acara di Ponorogo baru-baru ini, Presiden menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan kekayaan alam domestik agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. Setelah sukses memproduksi solar dari kelapa sawit, pemerintah kini membidik batu bara sebagai bahan baku pembuatan bensin.

Merespons arahan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengeksekusi instruksi Presiden. Pihaknya menegaskan komitmen penuh dalam mengoptimalkan sumber energi dalam negeri demi memperkokoh ketahanan energi nasional di masa depan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk meredam fluktuasi harga daging ayam ras di tingkat konsumen. Bapanas resmi...

Pelindo Jayapura Meledak! Arus Barang Tembus 132.618 Ton

Jakarta, danantaranews.id – Arus barang nonpetikemas di Pelabuhan Jayapura mencatat lonjakan tajam sepanjang Januari hingga Agustus 2026. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4...

Related Articles

Inflasi September Tembus 3,28 Persen, Mendagri Tito Karnavian Wanti-wanti Pemda Soal Harga Pangan

JAKARTA, danantaranews.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mewanti-wanti seluruh...

Aprindo: Ritel Indonesia Siap Kuasai Asia Pasifik

TANGERANG, danantaranews.id – Industri ritel Indonesia terbukti tidak hanya menjadi penonton di...

Danantara Bidik Investasi Pencipta Lapangan Kerja, Industri RI Disiapkan Naik Kelas!

DDMF mengarahkan investasi ke sektor strategis, mulai dari pangan dan energi hingga...

Kereta Logistik Kaltim Digeber Lagi, Jalurnya Bakal Angkut Batu Bara hingga CPO

Balikpapan, danantaranews.id – Pemerintah kembali mematangkan rencana pembangunan kereta api khusus logistik...