Home Ekonomi Transaksi Makin Luas, Bank Indonesia Bidik Penguatan Trust dan Sistem Anti-Fraud Digital!
Ekonomi

Transaksi Makin Luas, Bank Indonesia Bidik Penguatan Trust dan Sistem Anti-Fraud Digital!

Share
Share

JAKARTA, danantaranews.id – Seiring pesatnya adopsi transaksi digital di Tanah Air, Bank Indonesia (BI) secara resmi mengalihkan fokus utamanya ke penguatan kepercayaan masyarakat (public trust).

Langkah strategis ini tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 sebagai kelanjutan dari fase BSPI 2025.

Direktur-Kepala Grup Kebijakan dan Strategi Inovasi dan Digitalisasi Data BI, Agung Bayu Purwoko, menjelaskan bahwa jika periode 2020–2025 difokuskan pada perluasan inklusi keuangan, maka periode 2025–2030 akan menitikberatkan pada aspek integritas dan keamanan ekosistem.

“Di tahun 2025 sampai 2030, kami berpikir, ‘Ayo, kita jagain trust‘. Dengan apa? Dengan inisiatif-inisiatif yang berkaitan langsung dengan integritas,” ujar Agung dalam Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta.

Wajibkan Fraud Detection

Guna menangani maraknya penipuan online (cyber fraud), BI meminta seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah pengguna atau merchant, melainkan memperkuat pertahanan keamanan siber mereka.

Poin-poin prioritas BI dalam BSPI 2030 meliputi:

  • Peningkatan Kapabilitas Sistem: Penyedia jasa wajib meningkatkan sistem fraud detection guna mendeteksi transaksi mencurigakan secara real-time.

  • Kesadaran Manajemen: Manajemen lembaga keuangan dan PJP dituntut untuk aktif menjaga integritas ekosistem digital yang telah terbangun.

  • Kolaborasi Antar-Otoritas: Sinergi rapat antara BI, otoritas terkait, dan pelaku industri untuk memberantas kejahatan sistem pembayaran.

Dari Inklusi Menuju Interoperabilitas Ekosistem

Pengembangan sistem pembayaran BI sejak 2019 sejatinya ditujukan untuk menciptakan transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Hasilnya terlihat dari lonjakan signifikan pada ekosistem QRIS. Pada awal peluncurannya, jumlah merchant QRIS belum mencapai 2 juta. Saat ini, angka tersebut melonjak drastis hingga mendekati 50 juta merchant.

Inovasi seperti QRIS, BI-FAST, dan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) telah berhasil mendobrak sekat-sekat antarbank (interoperability), sehingga transaksi lintas penyedia jasa menjadi jauh lebih luas dan efisien.

Tantangan Transaksi Lintas Ekosistem (Off-Us)

Seiring makin luasnya keterkaitan antarsistem, risiko kejahatan digital juga meningkat. Data BI mencatat:

  • Pada tahun 2020, porsi transaksi lintas penyedia (off-us) baru mencapai 22 persen.

  • Berkat masifnya penggunaan QRIS, transaksi off-us kini melonjak hingga 40 persen dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 2030.

Mengingat makin banyaknya transaksi yang berlangsung antar-ekosistem, BI menegaskan bahwa penguatan integritas, verifikasi identitas, dan penanganan fraud menjadi fondasi utama agar masyarakat dapat bertransaksi digital dengan tenang dan aman.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun

JAKARTA, danantaranews.id – Perkembangan harga logam mulia di Pegadaian mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan hari ini. Berdasarkan pantauan resmi dari laman Pegadaian pada...

Buruan Daftar! Job Fair Jakarta Barat 2026 Hadirkan Ribuan Lowongan Kerja, Cek Jadwal & Lokasinya

JAKARTA, danantaranews.id – Bagi Anda yang sedang berburu pekerjaan, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudinakertransgi) Jakarta Barat resmi menggelar ajang bursa...

Related Articles

Kurangi Subsidi, Kuota LPG 3 Kg Dipangkas di 2027, Peneliti CORE Ungkap Risikonya

JAKARTA, danantaranews.id – Rencana pemerintah untuk mengurangi kuota LPG 3 kilogram bersubsidi...

Aturan Baru Kepmen ESDM 365/2026: Perusahaan Tambang Wajib Prioritaskan Pengusaha Lokal

JAKARTA, danantaranews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menerbitkan...

Bukan Cuma Label, BPJPH: Sertifikat Halal Senjata UMKM Tembus Pasar Global

SURABAYA, danantaranews.id – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa penguatan...

Harga Pakan Bikin Resah Peternak, Kementan dan Satgas Pangan Polri Pantau Stok Jagung Nasional

JAKARTA, danantaranews. IdPemerintah bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga pakan ternak yang mengancam...