JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus merancang terobosan transportasi masa depan guna menopang status Jakarta sebagai kota megapolitan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa pihaknya mulai menggodok persiapan untuk mendesain layanan Transjakarta jalur udara serta jalur laut secara merata.
Langkah antisipatif ini diambil sejak dini agar kesiapan regulasi, perizinan, hingga Peraturan Daerah (Perda) terkait telah matang sebelum tren moda transportasi udara perkotaan resmi diterapkan secara massal.
“Karena bagaimanapun dalam jangka panjang pasti cepat atau lambat Jakarta sebagai kota megapolitan akan ada pengaturan transportasi udara. Kita mempersiapkan itu di awal. Jangan sampai ketika sudah menjadi kebutuhan, baru perizinannya diurus,” ujar Pramono di Mall Pelayanan Publik, Jakarta Selatan.
Terinspirasi New York
Pramono menjelaskan bahwa pemanfaatan moda transportasi udara—seperti helikopter atau armada transportasi udara masa depan (advanced air mobility)—kini kian marak digunakan di kota-kota besar dunia, termasuk New York.
Selain menjajaki rute udara, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan Transjakarta jalur laut yang diproyeksikan untuk menghubungkan daratan Jakarta secara langsung menuju wilayah Kepulauan Seribu. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendongkrak konektivitas pariwisata bahari lokal.
Suntikan Modal Rp13,4 Triliun
Guna merealisasikan agenda ekspansi besar-besaran ini, Pemprov DKI Jakarta telah mengusulkan penambahan penyertaan modal dasar bagi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Modal dasar perseroan yang semula berada di angka Rp5,225 triliun diusulkan melonjak drastis menjadi Rp13,4 triliun.
Pramono menambahkan bahwa penguatan kapasitas usaha ini tidak hanya difokuskan untuk cakupan lokal, namun juga untuk membawa nama Transjakarta ke kancah antardaerah hingga tingkat internasional.
“Sejalan dengan itu, wilayah usaha PT Transportasi Jakarta diperluas hingga skala nasional dan internasional guna membuka peluang replikasi pengalaman dan sistem transportasi yang telah dibangun di Jakarta,” pungkas Pramono.
Leave a comment