MANOKWARI, danantaranews.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap pekat melumpuhkan aktivitas penerbangan di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Papua Barat.
Seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Rendani terpaksa dibatalkan total karena jarak pandang pilot yang dinilai sangat membahayakan keselamatan.
Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, mengungkapkan bahwa jarak pandang di area landasan merosot drastis akibat tingginya ketebalan asap.
“Hari ini semua rute penerbangan dibatalkan karena jarak pandang saat pagi hari itu hanya sekitar 3 kilometer, dan siangnya hanya 1 kilometer saja,” tegas Herman di Manokwari.
Daftar Rute Penerbangan yang Terdampak
Pembatalan operasional ini melanda baik penerbangan komersial jarak jauh maupun penerbangan perintis antarwilayah di Papua.
Berikut rute penerbangan yang terganggu:
-
Rute Komersial: Jakarta-Manokwari, Makassar-Manokwari, Manokwari-Sorong, Kaimana-Manokwari, Jayapura-Manokwari, dan Nabire-Manokwari.
-
Rute Perintis: Wasior-Manokwari, Manokwari-Kambuaya, serta Manokwari-Teminabuan.
Pihak otoritas bandara memohon pemahaman masyarakat karena penundaan ini murni demi menjaga keselamatan operasional awak pesawat dan para penumpang.
Saat ini, UPBU Rendani terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kualitas udara sebelum mengizinkan maskapai kembali beroperasi.
Para penumpang yang terdampak telah ditawari opsi reschedule jadwal penerbangan atau refund sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.
Asap Kiriman
Ter terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Papua Barat, Danang Tri Soesilo, menjelaskan bahwa kondisi kabut asap di Manokwari makin parah akibat akumulasi titik api dari berbagai daerah serta asap kiriman.
Selain dipicu oleh titik karhutla lokal di Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Kaimana, Fakfak, dan Maybrat, sebaran asap juga disumbang oleh karhutla berskala besar di wilayah Papua Selatan dan Papua Nugini (PNG).
Hembusan angin membawa kabut asap tersebut hingga menutupi ruang udara Manokwari secara signifikan.
Leave a comment