Home News Dari Timur Indonesia, Roberth Rouw Tekankan Empat Pilar MPR RI Sebagai Perekat Bangsa
News

Dari Timur Indonesia, Roberth Rouw Tekankan Empat Pilar MPR RI Sebagai Perekat Bangsa

Share
Share

Jayawijaya, Papua Pegunungan — Anggota MPR RI, Roberth Rouw menegaskan bahwa empat pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi norma positif dalam kehidupan berbangsa, khususnya di Papua Pegunungan sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia.

“Empat pilar ini sangat penting disosialisasikan. Karena melalui kegiatan ini (sosialisasi) dapat membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan bangsa,” Ungkap Roberth.

Hal tersebut diungkapkan Roberth Rouw saat menggelar sosialisasi Empat Pilar kebangsaan MPR RI di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (15/12/2025).

Karena itu, lanjut Roberth, sosialisasi empat pilar ini dilandaskan pada cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, atas dasar itulah sosialisasi menjadi begitu penting.

“Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara, adalah tonggak dari keutuhan bangsa Indonesia,” Kata Roberth.

Roberth yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Nasdem MPR RI itu menuturkan, ke-4 pilar tersebut tidak dapat ditegakkan oleh satu atau beberapa komponen bangsa saja, namun harus ditegakkan dan dijaga sekuat tenaga oleh seluruh komponen bangsa.

Ia juga menekankan, pemahaman terhadap empat pilar menjadi semakin penting di tengah derasnya arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan dinamika sosial politik. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab sosial dan sikap toleran dalam kehidupan bermasyarakat.

“Selain itu, menegakkan ke-4 pilar tersebut tidak dapat dilakukan secara asal-asalan, namun harus dilandasi dengan pemahaman yang komprehensif dan kesadaran yang berasal dari hati nurani, karena keempat pondasi bangsa tersebut menjadi pegangan bagi seluruh masyarakat Indonesia ke depan,” Pungkasnya.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

PSEL Legok Nangka Gaspol! PLN Siap Serap Listrik Sampah hingga 20 Tahun

PLN Kunci Komitmen Beli Listrik PSEL Bandung, danantaranews.id – PLN siap menyerap listrik dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok...

Distribusi BBM Jadi Sorotan, Sofyano: Jangan Lepas Kendali ke Swasta

Distribusi BBM Bukan Sekadar Urusan Logistik Jakarta, danantaranews.id – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari terminal menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)...

Related Articles

Gempa Nagekeo NTT, Baznas RI Terjunkan Tim BTB dan Bangun Dapur Umum!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bergerak cepat merespons...

Bongkar Jaringan Ekspor Emas Ilegal Rp846 Miliar! Kementerian ESDM dan Bea Cukai Sisir Pemodal Utama

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah Republik Indonesia mengambil sikap tanpa kompromi untuk menindak...

Gairahkan Indonesia Emas, Kampung Merah Putih O Sili Pancasila Resmi Dibuka di Papua

Semangat Gotong Royong Warga Jayawijaya Sambut HUT RI ke-81 Jakarta, danantaranews.id –...

Gibran Segera Berkantor di IKN, Istana Wapres Tinggal Tunggu Furnitur

Nusantara, danantaranews.id – Rencana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai berkantor di...