Home Pasar Bursa Efek Indonesia Diujung Tanduk! Skandal Transparansi Picu IHSG Longsor 8 Persen
Pasar

Bursa Efek Indonesia Diujung Tanduk! Skandal Transparansi Picu IHSG Longsor 8 Persen

Share
IHSG sepekan terakhir mencatat penguatan nyaris 1 persen ke level 6.678,91. Aksi beli asing dan lonjakan saham-saham second liner jadi penopang utama tren positif pasar
Ilustrasi IHSG (Antara News)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Badai besar tengah menerjang pasar modal tanah air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 8 persen pada penutupan perdagangan intraday Rabu (28/01/2026). Kejatuhan masif ini terjadi tepat setelah raksasa pemberi peringkat indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), merilis rapor merah terkait buruknya transparansi kepemilikan saham di Indonesia.

Dunia investasi kini gempar. MSCI secara blak-blakan meragukan akurasi laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sentimen negatif ini bagaikan bom waktu yang meledak, membuat para manajer investasi global mulai mempertimbangkan untuk menarik dana mereka keluar dari bursa domestik.

Gundy Cahyadi: Jangan Cari Kambing Hitam, Fokus Perbaiki Diri!

Kericuhan di lantai bursa memancing reaksi keras dari para pakar ekonomi. Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi, menegaskan bahwa guncangan ini bukan saatnya bagi pemangku kepentingan untuk saling tuding. Menurutnya, kegelisahan investor mancanegara sebenarnya sudah terdeteksi sejak tahun lalu, namun belum mendapatkan respons perbaikan yang memadai.

“Menurut saya kita harus respect atas apa yang diumumkan oleh MSCI. Memang ada kekhawatiran yang sejauh tahun lalu banyak disampaikan oleh investor global, tapi ini sebenarnya bukan mencari salahnya siapa,” ungkap Gundy Cahyadi dalam forum ekonomi di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (29/01/2026).

Bahaya Laten: Indonesia Terancam Terdepak dari Peta Investasi Dunia

Kekhawatiran utama saat ini adalah risiko terlemparnya Indonesia dari daftar pasar yang layak investasi (investable market). Jika MSCI benar-benar mencoret Indonesia, dampaknya tidak hanya akan terasa di layar saham, tapi bakal memukul sendi-sendi ekonomi secara struktural.

“Karena kalau memang risikonya kita dikeluarkan dari market, itu membuat satu risiko sangat besar. Indonesia bukan hanya di mata global, tapi juga mempengaruhi pada ekonomi yang sangat strukturatif. Itu membuat kesan yang negatif, dan sebagainya, dan itu semuanya akan sangat berdampak dari perkembangan keseluruhan,” tambah Gundy dengan nada waspada.

Transparansi Harga Mati: Perbaikan Sistem Jadi Solusi Tunggal

Gundy mendesak otoritas terkait untuk segera melakukan pembenahan sistem pelaporan dan pola komunikasi regulasi. Tanpa adanya perbaikan nyata dalam keterbukaan informasi, kepercayaan pasar global sulit untuk dikembalikan. Masyarakat dan investor perlu mendapatkan kejelasan mengenai aturan main di pasar modal agar bursa tetap kompetitif di level dunia.

“Yes, we take it with a positive mindset, kita perlu itu. Kita harus melakukan satu kebanggaan, satu improvement pada Indonesia,” tutup Gundy optimis.

Kini bola panas ada di tangan regulator bursa. Kecepatan dalam merespons masukan MSCI akan menentukan apakah IHSG bisa segera bangkit atau justru terus merosot ke jurang yang lebih dalam.

Bagaimana strategi investasi kamu menghadapi guncangan MSCI ini? Apakah saatnya ‘buy the dip’ atau justru ‘cut loss’ massal? (*)
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Konektivitas Laut Makin Kuat, Pelindo Genjot Layanan dan Operasional Pelabuhan Jayapura

JAYAPURA, danantaranews.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat kualitas layanan kepelabuhanan dan konektivitas laut di tanah Papua. Langkah strategis ini...

DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi UU! Terdiri 313 Pasal, Ini Poin Pentingnya

JAKARTA, danantaranews.id – DPR RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk disahkan menjadi Undang-Undang (UU). Pengesahan ini dilakukan dalam Rapat...

Related Articles

Harga TBS Sawit di Riau Turun Lagi! Kini Jadi Rp3.733 per Kg

PEKANBARU, danantaranews.id – Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di...

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa...

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk...

Huawei Mate 90 Pro Resmi Meluncur! Cek Spesifikasinya yang Wah Banget dan Harganya

BEIJING, danantaranews.id – Pasar ponsel pintar flagship kembali bergejolak setelah Huawei secara...