Home Pasar Kurs Rupiah Tertekan Risiko Perang AS-Iran, Cek Posisi Mata Uang Garuda Hari Ini!
Pasar

Kurs Rupiah Tertekan Risiko Perang AS-Iran, Cek Posisi Mata Uang Garuda Hari Ini!

Share
Ancaman Tarif Trump Bikin Dolar Tertekan, Rupiah Rebound Tipis
Ilustrasi Rupiah (Istimewa)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Pasar keuangan global mendadak tegang. Nilai tukar rupiah terpaksa parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (10/2/2026). Sentimen negatif ini meledak setelah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras bagi kapal-kapalnya untuk menjauhi perairan Iran, sebuah sinyal panas yang memicu kekhawatiran eskalasi militer di Timur Tengah.

Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, mata uang Garuda melemah tipis 0,04% atau turun 6 poin ke level Rp16.811 per dolar AS. Padahal, pada penutupan sehari sebelumnya, rupiah masih bertahan di posisi Rp16.805. Pergerakan tipis ini mencerminkan sikap waspada para investor yang mulai melirik aset aman (safe haven) akibat ancaman konflik di Selat Hormuz dan Teluk Oman.

Ketegangan di Selat Hormuz: Kapal AS Diminta Menjauh

Dunia kini menyoroti imbauan Administrasi Maritim Departemen Transportasi AS yang meminta kapal berbendera Amerika menjaga jarak sejauh mungkin dari wilayah Iran. Ancaman penyerbuan oleh pasukan Iran menjadi alasan utama di balik perintah ini. Kondisi tersebut seolah mendinginkan harapan pasar yang sempat optimis setelah pembicaraan nuklir Teheran menunjukkan kemajuan pada akhir pekan lalu.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa tensi geopolitik ini menjadi beban utama bagi aset berisiko seperti rupiah. Meski kedua negara berjanji melanjutkan dialog, penolakan Iran untuk menghentikan pengayaan nuklir tetap menjadi api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa memicu konfrontasi lebih luas.

Menanti Data Keramat AS dan Transisi Federal Reserve

Bukan hanya isu perang, pelaku pasar juga sedang mengalami sindrom wait and see tingkat tinggi. Fokus investor terpecah menunggu rilis data ekonomi penting dari Negeri Paman Sam. Laporan non-farm payrolls yang dijadwalkan meluncur Rabu, serta data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) pada hari Jumat, akan menjadi penentu arah suku bunga The Fed ke depan.

Ketidakpastian makin menjadi-jadi karena Federal Reserve tengah bersiap menghadapi perubahan kepemimpinan. Di sisi lain, pasar juga mengamati rilis data inflasi Tiongkok menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek yang diprediksi akan mengerek permintaan bahan bakar global.

Prabowo Effect Jadi Penyelamat, Approval Rating Tembus 79,9%

Menariknya, di tengah gempuran badai eksternal, fondasi domestik Indonesia justru terlihat sangat kokoh. Stabilitas politik dalam negeri menjadi benteng yang menahan rupiah agar tidak merosot lebih dalam. Kepercayaan investor terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tercatat sangat tinggi, yang memberikan efek ketenangan di pasar lokal.

Berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo mencapai angka fantastis 79,9% setelah 17 bulan menjabat. Rakyat menilai pemerintah sangat serius dalam memberantas korupsi dan menjalankan program nyata seperti Makan Bergizi Gratis. Citra tegas dan berwibawa sang Presiden menjadi katalis positif yang menjaga sentimen investor tetap terjaga meski kondisi global sedang membara.

Kesimpulan Untuk Investor

Bagi Anda para pelaku pasar, pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada seberapa panas situasi di Teluk Oman dan hasil data inflasi AS. Jika tensi mereda, stabilitas politik dalam negeri yang kuat berpotensi membawa rupiah kembali menguat. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Beras Premium Jadi Sorotan, Konsumen Diminta Jangan Tertipu Tampilan

Beras Premium Jangan Cuma Dilihat dari Penampilan Jakarta, danantaranews.id – Label beras premium kini menjadi perhatian karena konsumen dinilai tidak boleh hanya mengandalkan...

IKN Ubah Wajah Pembangunan, Jutaan Pohon Jadi Modal Kota Hutan Nusantara

Pembangunan IKN Tak Cuma Soal Gedung Nusantara, danantaranews.id – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa konsep yang berbeda dari pembangunan kota konvensional. Otorita...

Related Articles

Update Resmi! Daftar Harga BBM Terbaru SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA, danantaranews.id – Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di...

Menperin: Siapkan Insentif Mobil Listrik Nasional, Jadi Prioritas Utama

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi mobil listrik (electric...

IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah Jakarta, danantaranews.id – IHSG hari ini...

Laba Bersih Elnusa Melesat 29%, Kinerja Semester I 2026 Makin Solid dan Profitabilitas Terus Menguat

Pertumbuhan Laba Elnusa Lampaui Kenaikan Pendapatan Jakarta, danantaranews.id – PT Elnusa Tbk...