Home Pasar Siaga Satu! Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Mendadak Goyang
Pasar

Siaga Satu! Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Mendadak Goyang

Share
Harga minyak dunia menguat setelah AS longgarkan tarif dan China tingkatkan impor, di tengah ketidakpastian pasar global
Ilustrasi - Anjungan minyak lepas pantai (Antaranews)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Pasar energi global sedang berada di ujung tanduk. Harga minyak dunia terpantau bergerak fluktuatif cenderung melemah tipis pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Para investor kini memasang radar waspada tinggi menyusul perintah mendadak dari Amerika Serikat agar kapal-kapal dagangnya menjauhi perairan Iran di Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan terbaru, harga minyak mentah berjangka Brent terkoreksi 16 sen atau 0,23% ke level USD68,88 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat juga merosot 20 sen atau 0,31% ke posisi USD64,16 per barel. Penurunan ini terjadi setelah harga sempat terbang lebih dari 1% pada hari sebelumnya.

Ancaman Jalur Nadi Energi: Selat Hormuz di Titik Didih

Kenapa Anda harus peduli? Selat Hormuz bukan sekadar perairan biasa. Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia mengalir melalui jalur sempit antara Oman dan Iran ini. Jika jalur ini terganggu, pasokan energi ke seluruh dunia bisa lumpuh seketika.

Ketegangan memuncak setelah Maritime Administration AS mengeluarkan instruksi keras. Kapal dagang berbendera Amerika dilarang memasuki perairan teritorial Iran dan wajib menolak permintaan boarding dari pasukan Iran. Langkah agresif ini muncul di tengah upaya diplomasi nuklir yang sebenarnya sempat disebut berjalan baik oleh diplomat senior Iran pekan lalu.

Analis IG, Tony Sycamore, menilai pasar sedang berada dalam fase penuh ketidakpastian. “Meskipun ada nada positif dari pembicaraan di Oman, risiko eskalasi militer dan gangguan pasokan di Selat Hormuz membuat premi risiko tetap menghantui harga minyak,” ungkapnya.

Sanksi Rusia Merembet ke Indonesia, Ada Apa?

Kabar mengejutkan datang dari Uni Eropa (UE). Blok Benua Biru tersebut mengusulkan perluasan sanksi terhadap Rusia yang mulai menyasar pelabuhan-pelabuhan di negara ketiga, termasuk Georgia dan Indonesia. Jika proposal ini gol, ini akan menjadi sejarah baru di mana pelabuhan Indonesia masuk dalam radar sanksi internasional karena menangani minyak Rusia.

Langkah ekstrem ini bertujuan untuk mematikan keran pendapatan Moskow dari sektor energi guna membatasi pendanaan perang di Ukraina. Situasi ini tentu memberikan tekanan tambahan bagi dinamika perdagangan minyak global yang sudah carut-marut akibat konflik geopolitik.

India Mulai “Buang” Minyak Rusia?

Di belahan dunia lain, pergeseran strategi besar-besaran sedang dilakukan oleh India. Indian Oil Corporation dilaporkan baru saja memborong enam juta barel minyak mentah dari Afrika Barat dan Timur Tengah. Langkah ini diyakini sebagai taktik cerdas India untuk mulai menjauhi ketergantungan pada minyak Rusia sekaligus mempererat hubungan dagang dengan Washington.

Pergeseran arus logistik ini menambah daftar panjang faktor yang membuat harga minyak sulit ditebak. Bagi para pelaku pasar, pekan ini akan menjadi momen krusial untuk menentukan apakah harga akan kembali melesat atau justru terjun bebas akibat perubahan peta kekuatan pasokan energi dunia. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Beras Premium Jadi Sorotan, Konsumen Diminta Jangan Tertipu Tampilan

Beras Premium Jangan Cuma Dilihat dari Penampilan Jakarta, danantaranews.id – Label beras premium kini menjadi perhatian karena konsumen dinilai tidak boleh hanya mengandalkan...

IKN Ubah Wajah Pembangunan, Jutaan Pohon Jadi Modal Kota Hutan Nusantara

Pembangunan IKN Tak Cuma Soal Gedung Nusantara, danantaranews.id – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa konsep yang berbeda dari pembangunan kota konvensional. Otorita...

Related Articles

Update Resmi! Daftar Harga BBM Terbaru SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA, danantaranews.id – Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di...

Menperin: Siapkan Insentif Mobil Listrik Nasional, Jadi Prioritas Utama

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi mobil listrik (electric...

IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah Jakarta, danantaranews.id – IHSG hari ini...

Laba Bersih Elnusa Melesat 29%, Kinerja Semester I 2026 Makin Solid dan Profitabilitas Terus Menguat

Pertumbuhan Laba Elnusa Lampaui Kenaikan Pendapatan Jakarta, danantaranews.id – PT Elnusa Tbk...