Home Pasar Efek Fluktuasi CPO: Harga TBS Sawit Riau Turun
Pasar

Efek Fluktuasi CPO: Harga TBS Sawit Riau Turun

Share
Harga CPO Malaysia bergerak datar di 4.541 ringgit per ton jelang rilis data stok sawit MPOB pekan depan.
Share

PEKANBARU, danantaranews.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk tingkat petani di Provinsi Riau kembali mengalami penyesuaian. Pada penetapan periode 30 September hingga 6 Oktober 2026, harga TBS petani swadaya tercatat mengalami penurunan tipis sebesar Rp18,19 per kilogram (kg) atau terkoreksi sekitar 0,47% dari periode sebelumnya.

Dengan penurunan tersebut, harga patokan TBS sawit petani swadaya kini berada di angka Rp3.866,97 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, menjelaskan bahwa harga tertinggi ini berlaku untuk kelompok umur tanaman 9 tahun. Menurutnya, pergerakan harga pekan ini sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar minyak sawit mentah.

“Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO (crude palm oil),” ujar Defris di Pekanbaru, Rabu.

Harga CPO dan Kernel 

Pada periode pekan ini, pasar memperlihatkan pergerakan yang bervariasi antara harga CPO dan kernel (inti sawit):

  1. Petani Swadaya:
  • Harga CPO: Turun sebesar Rp143,63 per kg menjadi Rp15.552,66 per kg.
  • Harga Kernel: Mengalami kenaikan sebesar Rp215,95 per kg menjadi Rp14.271,00 per kg.

2. Petani Mitra Plasma:

  • Harga TBS: Turun sebesar Rp36,41 per kg (0,92%), sehingga kini menjadi Rp3.912,29 per kg.

  • Harga CPO: Turun sebesar Rp144,48 per kg menjadi Rp15.583,67 per kg.

  • Harga Kernel: Turun sebesar Rp128,27 per kg menjadi Rp13.639,00 per kg.

Tata Kelola Penetapan Harga

Menanggapi fluktuasi harga berkala ini, Defris menegaskan komitmen Pemprov Riau untuk terus menyempurnakan transparansi dan tata kelola penetapan harga TBS agar tetap berkeadilan, baik bagi pihak pabrik kelapa sawit (PKS) maupun para petani.

“Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Defris.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Haji Isam Akuisisi Saham BBCA, Ini Penjelasan Resmi BCA

JAKARTA, danantaranews.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan respon tegas terkait kabar angin yang tengah membual di media sosial. Manajemen BCA...

Harga Pakan Bikin Resah Peternak, Kementan dan Satgas Pangan Polri Pantau Stok Jagung Nasional

JAKARTA, danantaranews. IdPemerintah bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga pakan ternak yang mengancam keberlanjutan usaha peternak rakyat, khususnya peternak ayam petelur. Kementerian Pertanian (Kementan)...

Related Articles

Monster Gaming iQOO Pad Ultra: Dapur Pacu Gahar, Baterai 9.020 mAh, Layar OLED Ringkas 8,8 Inci

JAKARTA, danantaranews.id – Brand teknologi iQOO resmi menggebrak pasar tablet gaming kelas...

Harga Emas Antam Merangkak Naik, Cek Rincian Lengkapnya

JAKARTA, danantaranews.id – Tren positif mewarnai pergerakan harga logam mulia domestik. Berdasarkan...

Oppo Reno16t Resmi Dijual: HP dengan Kamera 200MP, Baterai Jumbo 6.700 mAh, dan Fitur AI Canggih!

JAKARTA, danantaranews.id – Pasar smartphone kelas atas kembali diguncang oleh inovasi terbaru...

Harga Cabai Rawit Merah Tak Terbendung Tembus Rp113 Ribu per Kg! Daftar Lengkap Harga Sembako Terbaru Hari Ini

JAKARTA, danantaranews.id – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola...