PEKANBARU, danantaranews.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan setelah dalam dua pekan sebelumnya terus mengalami penurunan.
Untuk periode 26 Agustus hingga 1 September 2026, harga TBS sawit petani swadaya ditetapkan mencapai Rp3.878,72 per kilogram. Harga tersebut meningkat Rp44,33 per kg dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan harga TBS sawit Riau turut dipengaruhi oleh menguatnya harga produk olahan kelapa sawit, terutama crude palm oil (CPO) dan kernel atau inti sawit.
Jadi yang Tertinggi
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengatakan kenaikan berlaku pada kelompok tanaman sawit umur sembilan tahun yang menjadi kelompok dengan harga TBS tertinggi.
“Kenaikan harga TBS pekan ini terutama dipengaruhi meningkatnya harga produk olahan kelapa sawit, yakni crude palm oil (CPO)/minyak mentah sawit dan kernel/inti sawit,” kata Defris Hatmaja di Pekanbaru, Rabu.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, petani swadaya memperoleh harga pembelian yang lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi angin segar bagi petani setelah harga TBS mengalami penurunan selama dua pekan berturut-turut.
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga TBS adalah meningkatnya harga CPO.
Pada periode kali ini, harga CPO tercatat naik Rp178,48 per kg menjadi Rp15.837,47 per kg. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga pada periode sebelumnya.
Tidak hanya CPO, harga kernel juga mengalami kenaikan.
Harga kernel naik Rp168,18 per kg sehingga mencapai Rp13.313,30 per kg pada pekan ini.
Pergerakan harga kedua produk olahan tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam penetapan harga TBS kelapa sawit di tingkat petani.
Kenaikan harga juga terjadi pada TBS kelapa sawit petani plasma.
Untuk periode 26 Agustus hingga 1 September 2026, harga pembelian TBS petani plasma meningkat Rp61,52 per kg, atau sekitar 1,58 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dengan kenaikan tersebut, harga TBS petani plasma kini berada di level Rp3.945,62 per kg.
Harga produk olahan yang menjadi acuan juga mengalami peningkatan. Harga jual CPO pekan ini naik Rp230,21 per kg menjadi Rp15.880 per kg.
Sementara itu, harga kernel untuk TBS petani plasma naik Rp283,76 per kg hingga mencapai Rp13.180 per kg.
Penetapan Harga yang Adil
Dinas Perkebunan Provinsi Riau terus berupaya memperbaiki tata kelola dalam proses penetapan harga TBS agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Defris mengatakan penetapan harga dilakukan dengan memperhatikan kepentingan petani maupun pihak lain yang terlibat dalam rantai usaha kelapa sawit.
Menurut dia, peningkatan tata kelola menjadi bagian dari komitmen bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau.
“Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan mekanisme penetapan harga dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani sawit.
“Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” kata Defris.
Kenaikan harga TBS pada pekan ini menjadi perkembangan positif bagi petani kelapa sawit di Riau. Penguatan harga CPO dan kernel memberikan ruang bagi harga TBS untuk kembali bergerak naik.
Dengan harga TBS petani swadaya mencapai Rp3.878,72 per kg dan petani plasma Rp3.945,62 per kg, perkembangan harga produk olahan sawit masih menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan pergerakan harga TBS pada periode berikutnya.
Petani pun diharapkan dapat terus memantau penetapan harga resmi TBS yang dilakukan pemerintah daerah agar memperoleh informasi terbaru mengenai harga jual hasil panen mereka.
Leave a comment