Home BUMN Kita Garap Proyek Waste to Energy, Sucofindo Siap Ubah Sampah Jadi Listrik
BUMN Kita

Garap Proyek Waste to Energy, Sucofindo Siap Ubah Sampah Jadi Listrik

Share
tumpukan sampah diubah menjadi pembangkit listrik
Share

JAKARTA, danantaranews.id – Masalah penumpukan sampah perkotaan di Indonesia siap diurai lewat solusi energi terbarukan. BUMN penjamin mutu, PT Sucofindo (Persero), resmi menjalin sinergi strategis dengan perusahaan asal Tiongkok, Hsucheng Environmental Technology Services (Shanghai) Co Ltd (HCETS)

Kolaborasi lintas negara ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, bersama President Director HCETS, Zhou Yitian. Kerja sama ini difokuskan untuk menghadirkan solusi Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara berkelanjutan.

“Indonesia membutuhkan solusi yang andal untuk mengurangi beban sampah perkotaan, salah satunya melalui upaya WTE. Namun, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesesuaian dengan karakteristik sampah, kualitas desain, hingga pengendalian emisi,” ujar Sandry Pasambuna di Jakarta.

Sebagai lembaga Testing, Inspection, and Certification (TIC) independen dengan jangkauan nasional, Sucofindo memegang peran krusial dalam memastikan proyek WTE berjalan aman dan ramah lingkungan.

Sucofindo akan memberikan jaminan (assurance) teknis yang mencakup tiga tahapan utama:

  • Tahap Pembangunan: Memastikan konstruksi dan desain sesuai dengan standar mutu internasional serta karakteristik sampah lokal.

  • Tahap Pengoperasian: Mengontrol kelayakan operasional, efisiensi energi, serta pengendalian emisi gas rumah kaca.

  • Tahap Perawatan Fasilitas: Menjamin keandalan aset dan pengolahan residu secara berkelanjutan.

Sinergi bilateral ini memberikan dampak positif yang saling melengkapi bagi kedua belah pihak:

  1. Bagi HCETS (Shanghai): Memperoleh mitra TIC lokal yang kredibel di Indonesia dengan pemahaman mendalam terhadap regulasi dan kondisi lapangan.

  2. Bagi PT Sucofindo: Mempercepat transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan metodologi teknis di bidang Waste to Energy.

Dukung Target Net Zero Emission Global

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen nyata Indonesia dan China dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) serta mempercepat pencapaian Net Zero Emission secara bertahap.

President Director HCETS, Zhou Yitian, menyambut optimistis kolaborasi ini. Menurutnya, Tiongkok dan Indonesia memiliki potensi besar yang saling melengkapi dari segi kapabilitas teknologi, sumber daya industri, hingga kebutuhan pasar pengelolaan lingkungan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Ini Link Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status via NIK

JAKARTA, danantaranews.id – Kabar gembira untuk para pekerja! Pemerintah kembali menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk kuartal IV 2026. Program BSU 2026 ini...

Cetak Rekor Produksi Listrik Panas Bumi, Laba Bersih PGE Melonjak 15,48 Persen

JAKARTA, danantaranews.id – Emiten energi terbarukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan laba bersih sebesar 79,6 juta dolar AS pada semester I...

Related Articles

Lindungi Aset Negara Rp29,19 Triliun, Asuransi Jasindo Amankan 20 Ribu Lebih Barang Milik Negara

JAKARTA, danantaranews.id – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo memperkokoh...

Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, 12 Penerbangan Delay di Bandara SSK II

PEKANBARU, danantaranews.id – Cuaca buruk berupa kabut tebal menyelimuti wilayah Pekanbaru, Provinsi...

Pelindo Marine Sukses Amankan Logistik MotoGP Mandalika 2026!

LOMBOK, danantaranews.id – Kesuksesan ajang balap motor dunia MotoGP Mandalika 2026 di...

Bandara Soetta Pastikan Penerbangan Langsung ke Arab Saudi Aman Pasca-Insiden Riyadh

TANGERANG, danantaranews.id – Kabar mengenai meningkatnya ketegangan keamanan di Riyadh, Arab Saudi, sempat...