Home Ekonomi Evaluasi HGBT, PUSKEPI Minta Gas Murah Tidak Hanya Menguntungkan Pengusaha
Ekonomi

Evaluasi HGBT, PUSKEPI Minta Gas Murah Tidak Hanya Menguntungkan Pengusaha

Share
Share

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintah perlu segera mengkaji ulang kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Langkah ini penting untuk menyeleksi kembali jenis industri maupun perusahaan yang benar-benar layak menerima fasilitas harga gas khusus dari negara.

Pengamat Kebijakan Energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, menegaskan bahwa pemerintah harus mendasarkan kebijakan HGBT pada ukuran kepentingan publik. Kebijakan ini tidak boleh sekadar menjadi sarana menekan biaya produksi perusahaan tertentu tanpa dampak luas.

“Pemerintah harus berani mengevaluasi satu per satu. Industri apa yang memang membutuhkan HGBT, perusahaan mana yang layak mendapatkannya, berapa besar gas murah yang mereka nikmati, serta apa manfaat nyata yang kembali kepada rakyat,” ujar Sofyano.

Prioritaskan Sektor Listrik dan Kebutuhan Dasar Rakyat

Sofyano menilai pemerintah seharusnya memprioritaskan alokasi HGBT untuk kegiatan usaha yang berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Sektor strategis seperti penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat dan industri penyedia kebutuhan dasar rakyat wajib menjadi penerima utama.

Selain masalah alokasi, ia menyoroti kesenjangan lebar antara tarif HGBT dan harga gas normal yang membentang di pasar. Penetapan harga khusus yang terlalu murah berpotensi memicu ketidakadilan antar pelaku usaha.

“Jangan sampai perusahaan A menikmati gas jauh lebih murah karena memperoleh HGBT, sementara perusahaan B harus membeli dengan harga normal. Apalagi jika produk perusahaan penerima HGBT ternyata tidak berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas,” kata Sofyano.

Manfaat Ekonomi untuk Program Rakyat

Gas bumi merupakan kekayaan alam yang dikuasai negara, sehingga pemanfaatannya wajib memberikan kemakmuran sebesar-besarnya bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu menghitung ulang nilai manfaat ekonomi yang dialokasikan kepada perusahaan penerima fasilitas ini.

Sofyano menambahkan, pemerintah bahkan bisa mengalihkan sebagian manfaat ekonomi HGBT untuk membiayai program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau negara memberikan fasilitas harga gas murah kepada pengusaha, harus jelas apa yang diperoleh rakyat. Jangan keuntungan berhenti di perusahaan, sementara negara membutuhkan anggaran besar untuk MBG dan program kesejahteraan lainnya,” tegas Sofyano.

HGBT Bukan Hak Permanen Pengusaha

Sofyano menekankan bahwa HGBT bukanlah hak permanen yang bisa dinikmati pengusaha selamanya. Pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk mencabut fasilitas tersebut jika perusahaan penerima gagal membuktikan kontribusi nyatanya bagi negara dan rakyat.

“Gas murah harus untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar membuat biaya produksi pengusaha menjadi lebih murah,” tutup Sofyano. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Beras Premium Jadi Sorotan, Konsumen Diminta Jangan Tertipu Tampilan

Beras Premium Jangan Cuma Dilihat dari Penampilan Jakarta, danantaranews.id – Label beras premium kini menjadi perhatian karena konsumen dinilai tidak boleh hanya mengandalkan...

IKN Ubah Wajah Pembangunan, Jutaan Pohon Jadi Modal Kota Hutan Nusantara

Pembangunan IKN Tak Cuma Soal Gedung Nusantara, danantaranews.id – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa konsep yang berbeda dari pembangunan kota konvensional. Otorita...

Related Articles

Kriptografi Pasca-Kuantum: Langkah Telkom Bentengi Keamanan Digital Indonesia

Jakarta, danantaranews.id – Perkembangan teknologi komputasi kuantum bergerak sangat pesat dan membawa...

Investasi China Rp1,25 Triliun di IKN, Lebih 100 Apartemen Star Bright Sudah Dipesan

Nusantara, danantaranews.id – Investasi asing di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan...

Sofyano Zakaria Desak Danantara Bangun Depo Peti Kemas, Begini Alasannya!

Jakarta, danantaranews.id – Persoalan tarif depo peti kemas kembali menjadi sorotan karena...

AI Tak Bisa Gantikan Manusia, Bos Teknologi Ungkap Keunggulan Manusia

Jakarta, danantaranews.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin cepat...