Home Ekonomi Pasar Modal RI Bergairah, Danantara Sebut Kepercayaan Investor Makin Tebal!
Ekonomi

Pasar Modal RI Bergairah, Danantara Sebut Kepercayaan Investor Makin Tebal!

Share
Danantara Indonesia sebut lonjakan IHSG dan Rupiah mencerminkan tebalnya kepercayaan para investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Danantara Indonesia sebut lonjakan IHSG dan Rupiah mencerminkan tebalnya kepercayaan para investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Arus modal tampaknya sedang berpihak penuh pada pasar keuangan dalam negeri hingga membuat atmosfer investasi domestik kian memanas. Kamu yang berkecimpung di dunia saham tentu tidak boleh kehilangan momentum besar ini mengingat arus dana segar berpeluang terus membanjiri pasar.

Lembaga super holding Danantara Indonesia menilai penguatan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi indikator sahih pulihnya selera risiko para pemilik modal. Daya tarik instrumen keuangan lokal kini kian memikat karena ditopang oleh fondasi makroekonomi yang sangat tangguh.

Rupiah dan IHSG Menguat Bersama Berkat Pondasi Ekonomi Kuat

Apresiasi massal yang melanda lantai bursa menjadi cerminan nyata dari tingginya keyakinan pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional. Menariknya, keperkasaan ini tidak hanya terjadi pada pergerakan indeks saham, melainkan juga merembet pada penguatan nilai tukar mata uang Garuda.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan pandangan optimistisnya mengenai pergerakan positif ini. Menurut penilaiannya, performa apik ini menjadi pembuktian bahwa aset-aset strategis di tanah air tetap menjadi buruan utama para pengelola dana.

“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” kata Dony setelah menghadiri kegiatan Flag Off BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu.

Dony Oskaria Optimis Kinerja Riil Mampu Redam Sentimen Negatif

Grafik perdagangan di pasar modal memang tidak pernah lepas dari riak naik-turun yang dipicu oleh isu harian maupun dinamika politik dunia. Meski demikian, para penanam modal berskala jumbo biasanya akan tetap bersikap rasional dengan melihat prospek jangka panjang.

Dony menegaskan bahwa gejolak jangka pendek merupakan bagian dari dinamika bisnis yang sangat wajar di lantai bursa. Pada akhirnya, para pengelola portofolio global akan selalu menjatuhkan pilihan berdasarkan kekuatan finansial riil dari emiten dan negara tujuan investasi.

“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup mempengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” ujar Dony menjelaskan arah pergerakan pasar.

BUMN Sektor Perbankan dan Tambang Cetak Kinerja Gemilang

Berbagai perusahaan pelat merah terbukti mampu menjalankan perannya dengan sangat baik sebagai jangkar utama perekonomian nasional di berbagai lini bisnis. Rapor keuangan yang impresif menjadi modal berharga bagi korporasi negara untuk terus mendongkrak nilai kapitalisasi pasar mereka.

Pihak manajemen memastikan bahwa badan usaha milik negara siap menyajikan imbal hasil atau return yang menjanjikan bagi para pemegang saham. Sejumlah sektor jangkar mulai dari perbankan, industri pertambangan, hingga pengerjaan proyek infrastruktur dipastikan berada dalam performa terbaik.

“Teman-teman bisa melihat fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” tutur Dony merinci kondisi kesehatan emiten negara.

Strategi Buyback Jadi Bukti Saham BUMN Masih Undervalued

Menyikapi berkembangnya wacana mengenai aksi pembelian kembali saham oleh emiten-emiten pelat merah, Danantara menganggap hal itu sebagai kebijakan yang sangat tepat. Strategi korporasi ini dinilai menjadi langkah taktis untuk melindungi nilai perusahaan yang sebenarnya di pasar.

Apabila harga saham di pasar jatuh terlalu dalam hingga berada di bawah nilai fundamentalnya, emiten sudah sewajarnya melakukan intervensi pasar. Membeli kembali ekuitas internal dinilai jauh lebih produktif dibandingkan mengalokasikan likuiditas perusahaan ke instrumen investasi lain di luar.

“Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri. Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan,” kata Dony memaparkan analisis bisnisnya.

Direktur Utama BTN Pacu Sektor Properti Demi Efek Domino

Pandangan positif dari pucuk pimpinan holding BUMN ini mendapat respons senada dari pelaku industri perbankan yang fokus pada pembiayaan perumahan. Gairah yang melanda pasar modal harus bisa ditransmisikan ke sektor riil agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, menekankan bahwa industri properti memegang peranan penting karena memiliki multiplier effect yang masif. Bergeraknya pasar hunian dipastikan bakal ikut mengerek pertumbuhan ratusan sektor usaha turunan lainnya di tanah air.

“Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah,” ujar Nixon menerangkan langkah agresif perseroan.

BTN Konsisten Terapkan Ekspansi Pembiayaan Secara Prudent

Kendati tengah gencar memicu permintaan pasar di sektor perumahan, bank berkode saham BBTN ini tetap mengutamakan manajemen risiko yang ketat. Manajemen berkomitmen menjaga kualitas penyaluran kredit agar portofolio perusahaan tetap sehat dan rasio kredit bermasalah terkendali.

Pihak perseroan sangat optimistis bisa menjaga ritme pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun di tengah dinamisnya kondisi ekonomi makro. Berbagai inovasi pembiayaan terus diluncurkan agar kelompok milenial dan keluarga muda bisa segera mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

“Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” ucap Nixon sekaligus mengakhiri penjelasannya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Rombak Aturan Hulu Migas: PUSKEPI Desak Pemerintah Wajibkan KKKS Pasok Minyak ke Pertamina

Jakarta, danantaranews.id – Kemandirian energi Indonesia kini kembali menjadi sorotan tajam di tengah tantangan global yang terus meningkat. Puskepi melalui Direktur Pusat Studi...

Revolusi Besar BUMN: Prabowo Bakal ‘Pangkas’ Ribuan Anak Perusahaan Jadi 250 Entitas!

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan perombakan radikal pada struktur perusahaan pelat merah. Bukan sekadar isapan jempol,...

Related Articles

Rupiah di Atas Angin! Kerja Sama BI-China Bikin Dolar AS Mati Kutu, Siap-Siap Borong Aset!

Jakarta, Danantaranews.id – Pasar keuangan domestik mendadak gempar setelah Bank Indonesia mengambil...

PUSKEPI: Penyesuaian Harga Pertamax Masih di Bawah Nilai Pasar, Buruan Cek Aturan Barunya!

Jakarta, Danantaranews.id – Kabar mengejutkan kembali melanda sektor energi tanah air dan...

Harga Pertamax Melejit Hingga 30%, Buruan Cek Alasan di Balik Lonjakan Ekstrem Ini!

Jakarta, Danantaranews.id – Kabar mengejutkan melanda sektor energi tanah air dan langsung...

Harga TBS Kelapa Sawit Mulai Melejit, Kebijakan Kilat Mentan Amran Bikin Petani Banjir Cuan!

Jakarta, Danantaranews.id – Kabar gembira yang ditunggu-tunggu oleh jutaan pekebun tanah air...