Home Ekonomi PUSKEPI: Penyesuaian Harga Pertamax Masih di Bawah Nilai Pasar, Buruan Cek Aturan Barunya!
Ekonomi

PUSKEPI: Penyesuaian Harga Pertamax Masih di Bawah Nilai Pasar, Buruan Cek Aturan Barunya!

Share
Penyesuaian harga Pertamax ternyata masih di bawah nilai keekonomian pasar global! Intip bocoran aturan Kepmen ESDM terbaru di sini.
Direktur PUSKEPI, Sofyano Zakaria
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Kabar mengejutkan kembali melanda sektor energi tanah air dan langsung memicu kepanikan luar biasa di kalangan pengendara. Banyak pihak menilai pergeseran tarif bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belakangan ini sebagai langkah yang sangat agresif.

Namun, Anda jangan sampai menelan informasi yang keliru mengenai dinamika tarif bahan bakar komersial ini. Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green sejatinya merupakan langkah wajar karena mengikuti mekanisme pasar bebas yang berlaku secara global.

Dinamika Harga Energi Global Menggila, Ini Alasan Tarif BBM Non-Subsidi Berubah

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, membongkar alasan utama di balik perubahan nominal di papan SPBU tersebut. Pengamat kebijakan energi ini menjelaskan bahwa produk bahan bakar umum seperti Pertamax tidak bisa lepas dari gejolak luar negeri.

Otoritas merancang pergerakan tarif ini agar selalu patuh pada formula baku dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022. Komponen penentu angka jual ke konsumen sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga beban distribusi logistik.

“Penyesuaian harga Pertamax merupakan konsekuensi logis dari mekanisme pasar yang berlaku. Apalagi saat ini kondisi geopolitik global masih mempengaruhi rantai pasok energi dan biaya pengadaan minyak mentah maupun BBM yang sebagian masih diimpor Indonesia,” ujar Sofyano Zakaria, Kamis (11/6/2026).

Tensi politik internasional yang memanas di berbagai belahan dunia terbukti sukses mengacaukan jalur logistik bahan bakar komersial secara global. Situasi pelik ini melahirkan biaya tambahan tak terduga pada operasional bisnis sektor minyak dan gas, dari wilayah hulu hingga ke hilir.

Pemerintah Tahan Harga Jual, Konsumen Sebenarnya Masih Dapat Diskon Gede

Meski beban operasional badan usaha penyedia energi membubung tinggi, masyarakat beruntung karena pemerintah tidak melepas tarif begitu saja. Sofyano menilai otoritas dan pihak Pertamina masih menunjukkan pembelaan yang kuat terhadap dompet konsumen domestik.

Manajemen menetapkan harga jual Pertamax serta Pertamax Green saat ini pada level yang belum mencerminkan nilai keekonomian yang sebenarnya. Dengan kata lain, pengguna kendaraan mewah masih menikmati komoditas energi ini dengan tarif yang relatif murah.

“Jika mengacu sepenuhnya pada perkembangan pasar energi internasional, seharusnya harga bisa berada pada level yang lebih tinggi. Fakta bahwa harga saat ini masih berada di bawah harga keekonomian menunjukkan adanya upaya untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi,” katanya.

Langkah penahanan tarif ini sengaja diambil demi membentengi daya beli publik agar roda perekonomian nasional tidak mendadak mogok. Kebijakan tersebut bertindak sebagai bantalan ekonomi di tengah ketidakpastian kondisi finansial global yang sedang melanda dunia.

Keuangan Badan Usaha Taruhannya, Pemerintah Jamin Kuota BBM Subsidi Aman

Walaupun demikian, pengamat mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada dalam menjaga keseimbangan kesehatan finansial internal korporasi penyedia energi. Memaksakan tarif murah dalam jangka panjang tanpa mengikuti realitas pasar berisiko merusak kemampuan investasi jangka panjang perusahaan.

Jika anggaran internal tergerus, korporasi akan kesulitan melakukan ekspansi infrastruktur yang dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Beruntung, kelompok masyarakat menengah ke bawah sama sekali tidak perlu panik menghadapi skema penyesuaian tarif komersial ini.

Otoritas menegaskan komitmen penuh untuk mempertahankan kebijakan subsidi dan alokasi dana kompensasi bagi golongan yang berhak menerima bantuan. Produk bahan bakar bersubsidi tidak akan mengalami lonjakan angka jual sehingga proteksi ekonomi bagi rakyat miskin tetap berdiri kokoh.

“Komitmen pemerintah untuk menjaga akses energi bagi masyarakat tetap terlihat jelas. BBM subsidi masih tersedia sesuai peruntukannya dan tidak mengalami perubahan harga,” ujar Sofyano.

Secara umum, nominal tebus untuk komoditas energi di dalam negeri hingga detik ini terbukti masih sangat kompetitif daripada negara tetangga. Publik harus memahami bahwa menjaga keterjangkauan daya beli dan memastikan keberlanjutan pasokan nasional adalah dua hal yang sama pentingnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

KPR Subsidi Tembus 62.710 Unit, Pemerintah Kejar Backlog Rumah 9,6 Juta

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintah kembali menggenjot penyaluran rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebanyak 62.710 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)...

Waspada! BMKG Prediksi El Nino Kuat Bertahan hingga Awal 2027, Ancaman Kemarau Kering di Depan Mata

JAKARTA, danantaranews.id – Kondisi cuaca di Indonesia kembali membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi memprakirakan...

Related Articles

Kriptografi Pasca-Kuantum: Langkah Telkom Bentengi Keamanan Digital Indonesia

Jakarta, danantaranews.id – Perkembangan teknologi komputasi kuantum bergerak sangat pesat dan membawa...

Investasi China Rp1,25 Triliun di IKN, Lebih 100 Apartemen Star Bright Sudah Dipesan

Nusantara, danantaranews.id – Investasi asing di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan...

Sofyano Zakaria Desak Danantara Bangun Depo Peti Kemas, Begini Alasannya!

Jakarta, danantaranews.id – Persoalan tarif depo peti kemas kembali menjadi sorotan karena...

AI Tak Bisa Gantikan Manusia, Bos Teknologi Ungkap Keunggulan Manusia

Jakarta, danantaranews.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin cepat...