Home Ekonomi Harga Emas Hari Ini Terkoreksi! Dolar AS Perkasa Berkat Data Pengangguran, Saatnya Serok atau Tunggu?
Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Terkoreksi! Dolar AS Perkasa Berkat Data Pengangguran, Saatnya Serok atau Tunggu?

Share
Ketidakpastian tarif Amerika picu lonjakan harga emas. Investor beralih ke logam kuning sebagai aset aman
Emas batangan (Pixabay)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia dunia! Setelah sempat mencetak rekor gila-gilaan, kilau emas mulai meredup pada perdagangan Kamis. Harga sang logam kuning harus rela tertekan setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tak terduga kuat. Dolar AS yang kembali perkasa membuat investor mulai berpikir ulang untuk menempatkan dana mereka di aset lindung nilai. Jangan sampai kamu ketinggalan momen, yuk simak analisis lengkapnya!

Dolar AS Ngamuk, Harga Emas Spot Turun Tipis dari Level Rekor

Harga emas spot terpantau turun 0,1 persen ke level USD4.614,93 per ons. Padahal, sehari sebelumnya, komoditas ini baru saja menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di posisi USD4.642,72 per ons. Penurunan ini sejalan dengan menguatnya Indeks DXY ke level tertinggi sejak Desember. Kondisi pasar tenaga kerja Amerika yang masih sangat kuat menjadi pemicu utamanya, di mana klaim pengangguran awal secara tak terduga justru merosot pekan lalu.

Peter Grant, Vice President Zaner Metals, memberikan pandangannya terkait tekanan terhadap harga emas hari ini:

“Data terbaru cenderung membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan the Fed tetap tertahan setidaknya hingga paruh pertama tahun ini. Indeks DXY kini berada di level tertinggi dalam beberapa pekan dan hal itu menjadi tekanan bagi harga emas,” ungkap Peter Grant pada Jumat (16/1/2026).

Trump Lebih Moderat ke Iran, Sentimen Safe Haven Mulai Memudar

Bukan hanya soal angka ekonomi, suhu politik di Timur Tengah juga ikut memengaruhi dompet para kolektor logam mulia. Sikap Presiden AS Donald Trump yang kini terlihat lebih moderat terhadap situasi di Iran membuat pasar sedikit lebih tenang. Berkurangnya ancaman intervensi militer langsung ini secara otomatis memangkas premi risiko geopolitik yang selama ini melambungkan harga aset aman (safe haven). Investor kini cenderung beralih kembali ke aset berisiko karena tensi dunia yang mulai mendingin.

Teka-Teki Suku Bunga The Fed dan Nasib Jerome Powell

Dinamika antara Trump dan Bank Sentral AS alias Federal Reserve (The Fed) tetap menjadi sorotan utama. Trump menegaskan tidak berencana memecat Chairman Jerome Powell, meskipun tekanan untuk memangkas suku bunga terus berlanjut. Pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Januari nanti. Namun, ekspektasi pemangkasan dua kali sebesar 25 basis poin di sepanjang tahun ini tetap menjadi bahan bakar potensial bagi pergerakan harga emas ke depan.

Perak dan Platinum Ikut Loyo, Polandia Justru Borong Emas

Melemahnya harga emas ternyata juga menyeret logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 0,3 persen ke USD92,50 per ons, menyusul koreksi dari rekor tertingginya. Platinum juga terpangkas 0,8 persen, sementara paladium cenderung bergerak stabil. Menariknya, di tengah koreksi ini, Gubernur Bank Sentral Polandia Adam Glapinski justru mengumumkan target ambisius untuk menambah cadangan emas negaranya menjadi 700 ton dari posisi saat ini sebesar 550 ton.

Peluang Beli di Tengah Koreksi Harga?

Meski saat ini sedang melemah, banyak analis melihat penurunan ini hanyalah koreksi wajar setelah kenaikan yang sangat tajam. Bagi kamu yang ingin berinvestasi jangka panjang, momen koreksi seringkali dianggap sebagai peluang beli yang menarik. Tetap waspada dengan rilis data makro Amerika selanjutnya dan pantau terus berita geopolitik terbaru untuk memastikan strategi investasimu tetap menguntungkan! (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

PSEL Legok Nangka Gaspol! PLN Siap Serap Listrik Sampah hingga 20 Tahun

PLN Kunci Komitmen Beli Listrik PSEL Bandung, danantaranews.id – PLN siap menyerap listrik dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok...

Distribusi BBM Jadi Sorotan, Sofyano: Jangan Lepas Kendali ke Swasta

Distribusi BBM Bukan Sekadar Urusan Logistik Jakarta, danantaranews.id – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari terminal menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)...

Related Articles

Kriptografi Pasca-Kuantum: Langkah Telkom Bentengi Keamanan Digital Indonesia

Jakarta, danantaranews.id – Perkembangan teknologi komputasi kuantum bergerak sangat pesat dan membawa...

Investasi China Rp1,25 Triliun di IKN, Lebih 100 Apartemen Star Bright Sudah Dipesan

Nusantara, danantaranews.id – Investasi asing di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan...

Sofyano Zakaria Desak Danantara Bangun Depo Peti Kemas, Begini Alasannya!

Jakarta, danantaranews.id – Persoalan tarif depo peti kemas kembali menjadi sorotan karena...

AI Tak Bisa Gantikan Manusia, Bos Teknologi Ungkap Keunggulan Manusia

Jakarta, danantaranews.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin cepat...