Home Ekonomi IHSG Rebound, Sembilan Sektor Menguat Pagi Ini Meski Teknologi Melemah
Ekonomi

IHSG Rebound, Sembilan Sektor Menguat Pagi Ini Meski Teknologi Melemah

Share
Jadwal Public Expose Emiten Bursa 19–23 Mei 2025: Catat Tanggal dan Lokasinya!
Ilustrasi IHSG
Share

Jakarta, danantaranews.id – IHSG rebound cukup meyakinkan di awal perdagangan hari ini, Kamis (3/7/2025), setelah sehari sebelumnya sempat melemah. Dibuka di level 6.881, indeks langsung merangkak naik hingga berada di posisi 6.909 pada pukul 09.10 WIB, menguat 0,40 persen atau 28 poin dibandingkan penutupan kemarin.

Pergerakan IHSG pagi ini juga sempat menyentuh level tertinggi sementara di 6.923, sementara titik terendahnya ada di 6.895. Meski fluktuatif, secara keseluruhan indeks masih nyaman di zona hijau. Tercatat 291 emiten berhasil menguat, sedangkan 143 emiten terkoreksi, dan 526 emiten lainnya belum bergerak.

Sembilan Sektor Bawa IHSG ke Zona Hijau

Salah satu motor penggerak IHSG pagi ini adalah sektor keuangan yang naik 0,40 persen ke posisi 1.347. Sektor properti juga mencatatkan kinerja apik dengan kenaikan 0,55 persen ke level 720, diikuti sektor energi yang terkerek 0,36 persen menjadi 2.692.

Sektor bahan baku bahkan menjadi bintang dengan lonjakan 0,87 persen ke level 1.472. Infrastruktur pun ikut menguat 0,27 persen ke 1.422. Selain itu, sektor konsumer non-primer naik 0,15 persen ke 668, transportasi menguat 0,52 persen ke 1.431, sektor industri menguat 0,17 persen ke 912, dan konsumer primer naik 0,27 persen ke 730.

“Sentimen positif dari pasar global serta stabilnya data ekonomi domestik menjadi alasan utama rebound IHSG pagi ini,” ungkap M. Rizky, analis pasar modal dari PT Sucor Sekuritas, saat dihubungi Kamis (3/7/2025). Menurut Rizky, pelaku pasar saat ini optimistis dengan potensi pemangkasan suku bunga The Fed yang memberi ruang bagi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

Sektor Teknologi Masih Tertahan

Namun tidak semua sektor kompak menguat. Dua sektor justru tertekan yakni sektor teknologi yang turun tipis 0,03 persen ke posisi 6.454, serta sektor kesehatan yang melemah 0,01 persen ke level 1.506.

Rizky menjelaskan pelemahan sektor teknologi lebih disebabkan aksi profit taking usai reli cukup panjang. “Investor memilih mengamankan keuntungan dulu, sambil menanti rilis laporan keuangan kuartal kedua beberapa emiten teknologi besar,” tambahnya.

Pasar Masih Cermati Faktor Global

Ke depan, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah faktor global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral AS dan dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan indeks. Meski demikian, Rizky optimistis tren IHSG masih berpotensi menguat sepanjang pekan ini selama data ekonomi tetap stabil.

“Selama sektor keuangan dan komoditas bertahan positif, IHSG berpeluang menembus level psikologis 7.000 dalam waktu dekat,” pungkas Rizky.

Pagi ini, investor tampak cukup antusias masuk ke pasar, membawa IHSG perlahan kembali ke jalur hijau. Semoga saja tren ini terus berlanjut, ya! (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Bursa Efek Indonesia Diujung Tanduk! Skandal Transparansi Picu IHSG Longsor 8 Persen

Jakarta, danantaranews.id – Badai besar tengah menerjang pasar modal tanah air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 8 persen pada penutupan...

Trump Mengamuk! Ancam Kenakan Tarif Impor Tambahan bagi Negara yang Tolak Pencaplokan Greenland

Jakarta, danantaranews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung perdagangan global dengan ancaman yang sangat berani! Dalam pernyataan terbarunya, sang petahana...

Related Articles

Geger! Sindikat Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar Terbongkar di Semarang, Sofyano: Indonesia Darurat Rokok Ilegal

Jakarta, Danantaranews.id – Kabar mengejutkan sekaligus menggemparkan datang dari Kota Semarang! Publik...

Rombak Aturan Hulu Migas: PUSKEPI Desak Pemerintah Wajibkan KKKS Pasok Minyak ke Pertamina

Jakarta, danantaranews.id – Kemandirian energi Indonesia kini kembali menjadi sorotan tajam di...

Menakar Kesiapan Energi Nasional: Mengapa Pertamina Patra Niaga Tetap Menjadi Tumpuan Saat Mudik Lebaran 2026?

Jakarta, danantaranews.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan hiruk-pikuk arus mudik...

Rupiah Dalam Bahaya! Ketegangan Nuklir AS-Iran Memuncak, Mata Uang Garuda Terjun Bebas ke Rp16.829

Jakarta, danantaranews.id – Kabar buruk kembali menghantam pasar keuangan tanah air. Nilai...