Home Ekonomi Strategi Printing Money AS vs. China: Dua Jalan Longgarkan Uang, Dampaknya ke Rupiah dan Komoditas
Ekonomi

Strategi Printing Money AS vs. China: Dua Jalan Longgarkan Uang, Dampaknya ke Rupiah dan Komoditas

Share
Bedah perbedaan printing money The Fed dan PBoC, mekanismenya, risiko, hingga efeknya ke rupiah dan harga komoditas Indonesia
Ilustrasi printing money AS vs China
Share

Oleh: S Nugroho

Pemimpin Redaksi danantaranews.id

Ketika dua ekonomi terbesar dunia membuka keran likuiditas, pasar global—termasuk Indonesia—langsung bereaksi. Namun “printing money” ala Amerika Serikat dan Tiongkok ternyata memakai resep berbeda, dari cara menciptakan uang hingga exit strategy. Berikut analisisnya:


1. Apa Itu “Printing Money”?

Secara sederhana, bank sentral membuat uang baru agar kondisi keuangan longgar. Caranya—membeli aset, menurunkan cadangan wajib bank, atau menyalurkan kredit langsung—berujung pada suku bunga murah, kredit meluas, dan harapan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Risiko klasiknya: inflasi, gelembung aset, hingga depresiasi mata uang.


2. Model Amerika Serikat: Pasar‑Sentris

ElemenRincian
InstitusiFederal Reserve
Instrumen intiQuantitative Easing—memborong US Treasuries & MBS sehingga neraca sempat > US$9 triliun (2022).
TujuanMenekan imbal hasil obligasi, merangsang pinjaman konsumen & investasi.
Pendanaan fiskalDepartemen Keuangan tetap menerbitkan surat utang; QE di pasar sekunder mempermudah pembiayaan defisit.
Exit strategyThe Fed menaikkan Fed Funds Rate & Quantitative Tightening (melepas obligasi, memperkecil neraca).

Kuncinya: The Fed memompa cadangan perbankan, pasar keuangan swasta menyalurkan likuiditas ke ekonomi riil.


3. Model Tiongkok: Kredit‑Sentris

ElemenRincian
InstitusiPeople’s Bank of China (PBoC) + bank BUMN + policy banks
Instrumen intiPemotongan RRR, Pledged Supplementary Lending (PSL) ke policy banks, reverse repo & Medium‑Term Lending Facility.
TujuanMengalirkan dana ke infrastruktur, real estate, dan sektor strategis.
Pendanaan fiskalLocal government bonds; bank BUMN diarahkan membiayai proyek prioritas.
Exit strategyPangkas quota kredit, perketat aturan properti, intervensi yuan untuk kekang arus modal keluar.

Kuncinya: Pemerintah mengarahkan kredit langsung ke sektor yang diinginkan—lebih administratif, kurang bergantung pasar modal.


4. Tabel Perbandingan Cepat

AspekAmerika SerikatTiongkok
Saluran utamaPasar obligasiKredit bank ke proyek
Koordinasi fiskal‑moneterTerpisahSangat erat
RisikoInflasi & gelembung asetUtang daerah & tekanan yuan
Exit strategyNaikkan suku bunga, QTTarik likuiditas, kontrol modal

5. Efek Limpahan ke Indonesia

  1. Pergerakan Rupiah
    • QE The Fed → Dolar cenderung melemah → Rupiah berpeluang menguat.
    • QT & kenaikan suku bunga → Dolar perkasa → Rupiah tertekan.
  2. Permintaan Komoditas
    • Stimulus kredit China historis mendongkrak harga batu bara, nikel, dan tembaga—positif bagi neraca dagang RI.
  3. Arus Modal
    • Kombinasi likuiditas The Fed dan PBoC membentuk selera risiko global. Investor asing masuk saat dolar melemah & China stimulus; keluar ketika sebaliknya.

6. Kesimpulan

  • AS memakai pendekatan pasar—beli obligasi, turunkan yield.
  • China memakai pendekatan kredit—arah langsung ke sektor prioritas.

Bagi Indonesia, memahami kedua strategi adalah kunci membaca outlook rupiah, imbal hasil SBN, hingga siklus komoditas. Tetap waspada pada momen perubahan kebijakan—karena ketika dana global berbalik arah, pasar domestik harus siap menahan volatilitas. (S. Nugroho)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Bursa Efek Indonesia Diujung Tanduk! Skandal Transparansi Picu IHSG Longsor 8 Persen

Jakarta, danantaranews.id – Badai besar tengah menerjang pasar modal tanah air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 8 persen pada penutupan...

Trump Mengamuk! Ancam Kenakan Tarif Impor Tambahan bagi Negara yang Tolak Pencaplokan Greenland

Jakarta, danantaranews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung perdagangan global dengan ancaman yang sangat berani! Dalam pernyataan terbarunya, sang petahana...

Related Articles

Geger! Sindikat Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar Terbongkar di Semarang, Sofyano: Indonesia Darurat Rokok Ilegal

Jakarta, Danantaranews.id – Kabar mengejutkan sekaligus menggemparkan datang dari Kota Semarang! Publik...

Rombak Aturan Hulu Migas: PUSKEPI Desak Pemerintah Wajibkan KKKS Pasok Minyak ke Pertamina

Jakarta, danantaranews.id – Kemandirian energi Indonesia kini kembali menjadi sorotan tajam di...

Menakar Kesiapan Energi Nasional: Mengapa Pertamina Patra Niaga Tetap Menjadi Tumpuan Saat Mudik Lebaran 2026?

Jakarta, danantaranews.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan hiruk-pikuk arus mudik...

Rupiah Dalam Bahaya! Ketegangan Nuklir AS-Iran Memuncak, Mata Uang Garuda Terjun Bebas ke Rp16.829

Jakarta, danantaranews.id – Kabar buruk kembali menghantam pasar keuangan tanah air. Nilai...