Home Ekonomi Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Pemerintah Siapkan Strategi Negosiasi Terpadu
Ekonomi

Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Pemerintah Siapkan Strategi Negosiasi Terpadu

Share
Pemerintah Indonesia bersiap menghadapi kebijakan tarif resiprokal AS yang menekan ekspor nasional
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (PPID Setkab)
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Menyikapi kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan strategi negosiasi yang matang untuk merespons tekanan tarif impor sebesar 32% yang kini dikenakan pada produk-produk asal Indonesia.

Dalam forum Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta (Selasa, 8 April 2025), Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyusun proposal negosiasi komprehensif. Proposal ini disusun bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan berbagai kementerian serta asosiasi terkait.

“Proposal ini konkret, bisa langsung diimplementasikan, dan disusun dengan menjawab langsung persoalan-persoalan yang disampaikan oleh pihak Amerika, terutama oleh USTR,” ujar Luhut.

Delegasi Indonesia Siap Bertolak

Luhut menyebutkan bahwa komunikasi intens dengan pihak United States Trade Representative (USTR) sudah berlangsung. Dalam beberapa pekan ke depan—kemungkinan pada 17 April 2025—delegasi Indonesia akan melakukan kunjungan resmi ke AS. Delegasi ini akan dipimpin oleh Kemenko Perekonomian dan melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, serta DEN sendiri.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi kebijakan tarif resiprokal AS dengan pendekatan diplomatik yang terkoordinasi.

Fokus pada Sektor Terdampak dan Strategi Perlindungan

Tak hanya berupaya secara diplomatik, pemerintah juga mempersiapkan kebijakan domestik sebagai respons terhadap tekanan eksternal tersebut. Menurut Luhut, fokus utama adalah memberikan perlindungan kepada sektor-sektor padat karya yang paling terdampak oleh kebijakan tarif ini.

“Pemerintah akan menyiapkan kebijakan untuk membantu sektor-sektor yang terdampak akibat tarif resiprokal dari Amerika dan perang dagang ini,” ujarnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Asosiasi

Luhut juga mengapresiasi keterlibatan aktif dari asosiasi pelaku usaha yang memberikan masukan konkret dalam penyusunan proposal negosiasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan asosiasi adalah satu tim dalam menghadapi tantangan perang dagang global ini.

“Deregulasi juga terus dilakukan untuk memangkas ekonomi biaya tinggi. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” tambahnya.

Menurutnya, kebijakan-kebijakan counter-cyclical juga sedang disiapkan untuk meminimalisir dampak lanjutan dari ketegangan dagang ini terhadap perekonomian domestik. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

DETIK-DETIK RAKSASA KONSTRUKSI LAHIR! BUMN Karya Merger: BP BUMN Pede Rampung Desember 2025

Jakarta, danantaranews.id – Kabar sensasional datang dari jantung kebijakan perusahaan pelat merah! Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sedang dalam mode...

Kreativitas Ala Negeri 1001 Malam: SD Al Azhar Kelapa Gading Cetak Generasi Anti-Bullying dengan Kurikulum Berbasis Project

Jakarta, danantaranews.id – SD Islam Al Azhar Kelapa Gading baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan menyelenggarakan acara puncak tahunan mereka, Alazfair 2025, pada...

Related Articles

Urgensi Pemisahan Kementerian ESDM demi Masa Depan Transisi Energi Indonesia

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi momentum krusial untuk...

Skandal Rokok Ilegal 160 Juta Batang di Pekanbaru, Puskepi: Bongkar Aktor Intelektualnya!

Jakarta, danantaranews.id – Penyelundupan rokok ilegal dalam skala masif kembali mengguncang tanah...

Gila! Harga Emas Antam Tembus Rekor Terparah Sepanjang Masa, Besok Siap-Siap Meledak Lagi ke Rp3,2 Juta?

Jakarta, danantaranews.id – Kabar heboh buat kamu para pemburu cuan dan investor...

Harga Emas Hari Ini Terkoreksi! Dolar AS Perkasa Berkat Data Pengangguran, Saatnya Serok atau Tunggu?

Jakarta, danantaranews.id – Kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia dunia! Setelah...