Home Pasar IHSG Terjun Bebas Usai Libur Lebaran, Investor Hadapi Tekanan Global
Pasar

IHSG Terjun Bebas Usai Libur Lebaran, Investor Hadapi Tekanan Global

Share
IHSG anjlok 7,90% pada hari pertama perdagangan setelah Lebaran 2025 akibat tekanan bursa global pasca kebijakan perdagangan Trump
IHSG anjlok 7,90% pada hari pertama perdagangan setelah Lebaran 2025 akibat tekanan bursa global pasca kebijakan perdagangan Trump
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Hari pertama perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca libur Lebaran 2025 dibuka dengan kejutan besar. IHSG, atau Indeks Harga Saham Gabungan, ditutup anjlok tajam 514,48 poin atau setara 7,90% ke level 5.996,14 pada Selasa (8/4/2025). Kondisi ini menjadi koreksi harian terdalam dalam beberapa waktu terakhir dan sempat memicu trading halt selama 30 menit akibat koreksi ekstrem saat pembukaan pasar.

Sejak bel pembukaan berbunyi, tekanan jual langsung mendominasi lantai bursa. IHSG dibuka turun 598,56 poin atau 9,19% ke posisi 5.912,06—memaksa otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan untuk menahan kepanikan pelaku pasar.

Dampak Kebijakan Global Terhadap IHSG

Pelemahan tajam IHSG kali ini tidak berdiri sendiri. Akar masalahnya terletak pada perkembangan global yang terjadi saat pasar domestik tengah libur panjang. Kebijakan perdagangan resiprokal yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump selama masa Lebaran mengguncang pasar keuangan internasional. Beberapa bursa saham dunia ikut tertekan, dan efeknya baru dirasakan secara penuh oleh pasar Indonesia hari ini.

Meski bursa Asia seperti Nikkei dan Hang Seng mulai menunjukkan pemulihan, IHSG belum mampu mengejar ketertinggalannya akibat waktu libur yang lebih panjang.

Sektor Material dan Teknologi Paling Tertekan

Seluruh sektor di bursa ikut terseret dalam tekanan. Penurunan paling tajam tercatat pada sektor material dasar dan teknologi, yang masing-masing rontok lebih dari 10%. Sektor industri, infrastruktur, consumer primer, dan energi juga terpukul dengan koreksi di atas 8%. Hanya sektor consumer non primer yang mencatat penurunan paling ringan, yakni 4,97%.

Kondisi ini mencerminkan kepanikan investor terhadap sektor-sektor yang sangat sensitif terhadap sentimen global dan perubahan arah kebijakan perdagangan dunia.

Saham Big Cap Tak Luput dari Koreksi

Deretan saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI juga tidak mampu menghindar dari tekanan. Saham-saham perbankan papan atas seperti BBCA turun 8,53% ke Rp 7.775, BBRI melemah 10,12% ke Rp 3.640, dan BMRI anjlok 10,19% ke Rp 4.670. Sementara itu, saham energi seperti BREN dan AMMN masing-masing rontok 13,82% dan 14,23%.

Saham teknologi DCII turun 10,69% ke level Rp 150.000, sedangkan TLKM melemah 4,98% ke Rp 2.290. Di sisi lain, BYAN hanya terkoreksi ringan 0,75%, dan saham TPIA ditutup stagnan di Rp 7.200—menjadi satu-satunya dari jajaran top 10 market cap yang tidak turun.

Di Tengah Kegelapan, Masih Ada Cahaya

Meski mayoritas saham terkoreksi, beberapa emiten tetap mampu menorehkan kinerja positif. Saham SOSS mencuri perhatian dengan kenaikan maksimal atau auto reject atas (ARA) sebesar 24,73% ke Rp 464. Disusul saham CTBN naik 9,95% ke Rp 2.210, NETV melonjak 9,79% ke Rp 157, IPAC menguat 9,33% ke Rp 164, dan LINK naik 9,24% ke Rp 1.950.

Kenaikan saham-saham ini menjadi bukti bahwa di tengah tekanan pasar, peluang tetap ada bagi investor jeli yang mampu membaca momentum. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Bursa Efek Indonesia Diujung Tanduk! Skandal Transparansi Picu IHSG Longsor 8 Persen

Jakarta, danantaranews.id – Badai besar tengah menerjang pasar modal tanah air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 8 persen pada penutupan...

Trump Mengamuk! Ancam Kenakan Tarif Impor Tambahan bagi Negara yang Tolak Pencaplokan Greenland

Jakarta, danantaranews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung perdagangan global dengan ancaman yang sangat berani! Dalam pernyataan terbarunya, sang petahana...

Related Articles

Jadwal RUPS Emiten 11-15 Mei 2026: WIKA, Garuda hingga Chandra Asri Bersiap Ambil Keputusan Strategis

Jakarta, Danantaranews.id – Sejumlah emiten besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap...

Skema Bagi Hasil Minerba Dikritik API-IMA, Industri Tambang RI Dinilai Bisa Kehilangan Daya Saing

Jakarta, Danantaranews.id – Wacana Kementerian ESDM untuk menerapkan skema bagi hasil di...

Harga CPO Masih Tertahan, Trader Global Bersiap Sambut Data Stok Sawit Malaysia

Jakarta, Danantaranews.id – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO)...

Saham Properti Masih Berdarah, Laba Developer Turun Meski Penjualan Rumah Premium Tetap Laris

Jakarta, Danantaranews.id – Kinerja sektor properti pada kuartal I-2026 masih menghadapi tekanan....