Home Ekonomi Optimisme Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global: Sri Mulyani Ungkap Faktor Kunci
Ekonomi

Optimisme Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global: Sri Mulyani Ungkap Faktor Kunci

Share
Ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Sri Mulyani ungkap faktor utama yang menjaga pertumbuhan, dari surplus perdagangan hingga investasi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok. Kemenkeu)
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi Indonesia meskipun proyeksi pertumbuhan tahun 2025 mengalami revisi oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Lembaga internasional tersebut menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,2% menjadi 4,9%. Namun, Sri Mulyani menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional masih kuat dan stabil.

Trade Surplus 58 Bulan Berturut-turut

Salah satu indikator ketahanan ekonomi Indonesia adalah neraca perdagangan yang tetap positif selama 58 bulan berturut-turut. Meskipun dunia menghadapi tantangan seperti proteksionisme, kenaikan tarif perdagangan, dan ketidakpastian global lainnya, Indonesia tetap mampu mempertahankan surplus perdagangan.

“Indonesia masih mampu menjaga trade surplus secara konsisten, yang menunjukkan daya saing ekonomi nasional,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/3/2025).

PMI Manufaktur Indonesia di Fase Ekspansi

Indikator lain yang menunjukkan optimisme ekonomi adalah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang mencapai angka 53,6 pada Februari 2025. Angka ini menandakan ekspansi sektor manufaktur setelah sebelumnya sempat mengalami kontraksi dengan skor di bawah 50.

“Ini menggambarkan bahwa aktivitas industri mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi produksi, jumlah stok, permintaan, maupun ekspor,” jelasnya.

Daya Beli Masyarakat Terjaga Berkat Stabilitas Harga

Sri Mulyani juga menyoroti konsumsi rumah tangga sebagai salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan inflasi yang terkendali serta harga kebutuhan pokok yang stabil, daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Pemerintah telah mengimplementasikan kebijakan untuk menjaga harga tetap stabil, seperti subsidi listrik dan intervensi harga bahan pokok. Hal ini berdampak positif pada konsumsi rumah tangga,” tambahnya.

Investasi dan Pertumbuhan Kredit Tetap Positif

Selain konsumsi, sektor investasi juga menunjukkan tren positif. Peningkatan PMI manufaktur menandakan ekspansi industri, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi baru. Pertumbuhan kredit yang stabil juga menjadi indikator bahwa sektor manufaktur dan pangan memiliki potensi ekspansi lebih lanjut.

“Oleh karena itu, dengan tiga komponen utama ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor masih menunjukkan performa baik, kita optimistis pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I-2025 tetap terjaga,” tutup Sri Mulyani.

Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dengan kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat, memperkuat sektor industri, serta mendorong investasi. Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa baru. Lini flagship yang dikenal tanpa kompromi, iQOO, secara resmi memperkenalkan...

Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman Hingga Akhir 2026, Ternyata Ini Alasan Pemerintah

JAKARTA, danantaranews.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian bergejolak, kabar menenangkan datang bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber...

Related Articles

PLN Rugi Rp3,92 Triliun, Formula TOP Disorot! Pemerintah Prabowo Diminta Bergerak

Beban usaha PLN tumbuh lebih cepat daripada pendapatan pada semester I 2026....

Inflasi September Tembus 3,28 Persen, Mendagri Tito Karnavian Wanti-wanti Pemda Soal Harga Pangan

JAKARTA, danantaranews.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mewanti-wanti seluruh...

Aprindo: Ritel Indonesia Siap Kuasai Asia Pasifik

TANGERANG, danantaranews.id – Industri ritel Indonesia terbukti tidak hanya menjadi penonton di...

Danantara Bidik Investasi Pencipta Lapangan Kerja, Industri RI Disiapkan Naik Kelas!

DDMF mengarahkan investasi ke sektor strategis, mulai dari pangan dan energi hingga...