JAKARTA, danantaranews.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus bergerak cepat mematangkan strategi penyediaan rumah terjangkau bagi masyarakat perkotaan.
Setelah memulai proyek hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Manggarai, Jakarta, Menteri PKP Maruarar Sirait kini membidik kawasan Bogor, Jawa Barat, sebagai lokasi berikutnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Maruarar dijadwalkan bakal menggelar pertemuan khusus bersama jajaran pimpinan BUMN terkait.
“Saya sudah janjian sama Dirut KAI dan Dirut BRI, ada lahan di Bogor,” ujar Maruarar saat ditemui di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Kolaborasi BUMN
Maruarar menjelaskan bahwa pengembangan hunian terintegrasi transportasi publik di Bogor ini akan mengadopsi pola kolaborasi antar-BUMN yang telah diterapkan sebelumnya.
Jika proyek TOD Manggarai melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), maka untuk wilayah Bogor, KAI akan didampingi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
“Kemarin itu KAI dan BTN, ini yang berikutnya di Bogor ada lahan KAI nanti dengan BRI,” ungkapnya.
Langkah ini menjadi bagian dari fokus Kementerian PKP dalam menggenjot pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan perkotaan dengan memanfaatkan aset-aset milik negara yang potensial.
Skema KPR
Pengembangan TOD di titik-titik strategis diharapkan mampu memangkas biaya transportasi sekaligus memberikan kepastian hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah juga aktif menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti dukungan dari Astra, guna mempercepat eksekusi proyek di lapangan.
Sebagai gambaran, proyek percontohan TOD Manggarai yang baru saja melakukan groundbreaking pada Jumat (18/9/2026) menawarkan kemudahan skema pembiayaan yang terjangkau.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, membeberkan bahwa fasilitas KPR bersubsidi untuk hunian vertikal di tengah kota tersebut dirancang dengan:
-
Tenor Panjang: Masa cicilan hingga 40 tahun.
-
Suku Bunga Tetap: Bunga flat sebesar 6 persen sampai masa pinjaman lunas.
Skema jangka panjang ini diharapkan dapat diterapkan pada proyek TOD Bogor kelak, sehingga masyarakat dapat memiliki hunian strategis dengan angsuran yang tetap dan tidak memberatkan.
Leave a comment