BANDUNG, danantaranews.id – Persoalan klasik perkotaan terkait pengelolaan sampah kini bersiap menghadapi babak baru yang revolusioner. PT PLN (Persero) secara resmi memberikan kepastian investasi jangka panjang melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) untuk Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung.
Tidak tanggung-tanggung, PLN memberikan garansi untuk menyerap seluruh pasokan listrik yang dihasilkan dari proyek strategis ini selama 20 tahun penuh. Capaian ini sekaligus mencatatkan sejarah sebagai salah satu proses pengadaan tercepat sejak penugasan proyek dimulai pada awal 2026.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa PSEL Legok Nangka dirancang menjadi proyek monumental dalam mengatasi volume sampah yang kian menumpuk di Jawa Barat.
Fasilitas pengolahan sampah modern ini memiliki kapasitas fantastis, yakni mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari atau setara dengan 13 persen dari total timbulan sampah harian di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Jadi kami dari PLN juga sangat berbahagia karena bisnis kami tidak hanya menghasilkan listrik, tapi kami juga memelihara lingkungan baik ke depannya,” ungkap Suroso dalam acara Groundbreaking dan Penandatanganan Kerjasama Pengembangan Waste to Energy Jawa Barat di Kabupaten Bandung.
Dengan memanfaatkan teknologi insinerator bersuhu superkritis hingga mencapai sekitar 800 derajat Celsius, berbagai jenis sampah dapat dimusnahkan secara optimal sekaligus dikonversi menjadi sumber energi bersih yang berkelanjutan.
Investasi Rp7,2 Triliun
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Yuliot Tanjung, memaparkan bahwa proyek ambisius ini menelan nilai investasi yang sangat besar, mencapai 400 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun.
Berikut adalah rincian kapasitas dan dampak positif dari PSEL Legok Nangka:
-
Kapasitas Pembangkit: 40,79 Megawatt (MW).
-
Pasokan Listrik: Diproyeksikan mampu menerangi sekitar 40.000 rumah tangga.
-
Produksi Energi: Menghasilkan 310 Gigawatt-hour (GWh) per tahun.
-
Serapan Tenaga Kerja: Membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 1.565 tenaga kerja selama masa konstruksi yang dijadwalkan rampung pada Commercial Operation Date (COD) tahun 2029.
-
Reduksi Emisi: Berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 311.874 ton CO₂ ekuivalen.
Keberlangsungan proyek yang berlandaskan pada Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 ini semakin matang berkat kepastian tarif dari PLN. Dalam skema PPA, PLN menetapkan tarif pembelian tahap pertama sebesar 6,92 sen dolar AS per kWh (sekitar Rp1.000 per kWh), yang kemudian berlanjut ke tahap berikutnya sebesar 11,4 sen dolar AS per kWh (sekitar Rp1.600 per kWh).
Seluruh energi listrik hijau yang diproduksi nantinya akan disalurkan langsung kepada masyarakat melalui Gardu Induk Nyurancakasumba 150 Kilovolt.
Melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat, PLN, dan para pemangku kepentingan, PSEL Legok Nangka bukan sekadar menjadi jawaban atas masalah darurat sampah, melainkan wujud nyata transisi energi menuju Indonesia yang lebih bersih, hijau, dan mandiri secara energi.
Leave a comment