Home Ekonomi Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp73.000/Kg, Telur Ayam Rp29.550/Kg
Ekonomi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp73.000/Kg, Telur Ayam Rp29.550/Kg

Share
Telur Ayam (net)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Harga sejumlah komoditas pangan strategis terpantau masih fluktuatif. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah kembali menjadi sorotan setelah menyentuh Rp73.000 per kilogram (kg).

Data yang dirilis pada Rabu pagi pukul 07.36 WIB menunjukkan, selain cabai rawit merah, harga telur ayam ras juga berada di level Rp29.550 per kg di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Tak hanya itu, beberapa komoditas dapur lainnya juga tercatat mengalami variasi harga. Bawang merah dijual di kisaran Rp51.850 per kg, sementara bawang putih berada di angka Rp43.150 per kg.

Untuk komoditas beras, harga bervariasi tergantung kualitas. Beras kualitas bawah I berada di angka Rp14.300 per kg dan kualitas bawah II Rp14.200 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I dijual Rp15.850 per kg dan medium II Rp15.500 per kg.

Adapun beras kualitas premium atau super tercatat lebih tinggi, dengan harga Rp17.000 per kg untuk kualitas super I dan Rp16.400 per kg untuk kualitas super II.

Di sisi lain, harga cabai merah besar berada di Rp57.100 per kg, cabai merah keriting Rp51.350 per kg, serta cabai rawit hijau Rp48.150 per kg.

Untuk sumber protein, daging ayam ras segar dibanderol Rp37.050 per kg. Sedangkan daging sapi kualitas I mencapai Rp146.750 per kg dan kualitas II Rp138.650 per kg.

Komoditas gula juga menunjukkan harga yang relatif stabil. Gula pasir premium tercatat Rp20.050 per kg, sementara gula pasir lokal berada di angka Rp19.000 per kg.

Sementara itu, harga minyak goreng masih bertahan di kisaran Rp20.900 per liter untuk minyak curah. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, harga tercatat Rp24.550 per liter (merek I) dan Rp23.200 per liter (merek II).

Kenaikan dan fluktuasi harga sejumlah bahan pokok ini menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya mendorong peningkatan permintaan. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan terus memantau serta menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Jangan Politisasi MBG di Lingkungan Kaum Akademisi

Oleh: M Nadhim Ardiansyah Direktur Pertanian dan Energi BEM PTNU Se Nusantara. Presiden Prabowo Subianto pernah menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG)...

PLN EPI Bergerak di Lombok, Sampah Pantai Bagek Kembar Kini Diolah Jadi Bernilai Ekonomi

Jakarta, Danantaranews.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna mulai mendorong pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata...

Related Articles

Tok! Kebijakan B50 Dimulai 1 Juli, Potensi Hemat Devisa Rp157,28 Triliun

Jakarta, danantaranews.id – Langkah besar menuju kemandirian energi nasional segera dimulai. Kementerian...

Program Bedah Rumah 2026 Dikebut: 300 Ribu Rumah Sudah Diverifikasi, Dana Rp20 Juta hingga Rp40 Juta Siap Masuk Rekening

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintah terus mempercepat realisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya...

Tekan Impor LPG, Bahlil Usul Anggaran Rp815 M untuk Program Kompor Listrik

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintah kembali tancap gas dalam mengupayakan transisi energi guna...

Rupiah di Atas Angin! Kerja Sama BI-China Bikin Dolar AS Mati Kutu, Siap-Siap Borong Aset!

Jakarta, Danantaranews.id – Pasar keuangan domestik mendadak gempar setelah Bank Indonesia mengambil...