Jakarta, Danantaranews.id – PT PP Presisi Tbk (PPRE) resmi melepaskan seluruh kepemilikan saham alias divestasi pada PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA). Perusahaan BUMN sektor konstruksi ini menjual saham tersebut kepada PT Lancarjaya Investama Abadi dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp1,6 triliun. Keputusan besar ini sah setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Independen.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya keras perseroan untuk memperkuat struktur keuangan. Melalui dana segar tersebut, PPRE akan memenuhi kewajiban kepada kreditur, menurunkan beban bunga, serta meningkatkan likuiditas perusahaan. Selain itu, aliran modal ini akan memperkuat modal kerja guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha di masa depan.
Restrukturisasi Anak Usaha dan Transformasi Bisnis PPRE
Aksi korporasi pelepasan saham ini ternyata sejalan dengan program Penataan dan Pengelolaan Anak Perusahaan BUMN. Program ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah, menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan. Hal ini penting agar perseroan memiliki struktur bisnis yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan pasar yang dinamis.
“Kami terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rizki.
Pengamat pasar modal, Taufik Hidayat, menilai keputusan pelepasan saham ini sebagai langkah taktis yang sangat tepat untuk menjaga kesehatan neraca keuangan perusahaan. Menurutnya, dana segar dari hasil divestasi tersebut secara instan akan memangkas beban finansial perseroan.
“Langkah PPRE melepas kepemilikan di PT LMA senilai Rp1,6 triliun ini merupakan strategi jitu untuk mengurangi beban bunga dan langsung mendongkrak kemampuan likuiditas perusahaan di tengah tantangan pasar konstruksi saat ini,” kata Taufik Hidayat.
Kinerja Keuangan Positif dan Perubahan Pengurus Baru
Sepanjang tahun buku 2025, PP Presisi berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi senilai Rp3,9 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 4 persen secara tahunan (year on year/yoy) jika kita bandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya yang bernilai Rp3,8 triliun.
Pada periode yang sama, PPRE juga berhasil menjaga rasio likuiditas atau Current Ratio pada level 1,15 kali. Rasio ini tetap berada aman di atas batas covenant perbankan yang menetapkan angka minimal 1,1 kali. Sementara itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Interest Bearing Debt to Equity Ratio) tercatat stabil pada level 0,86 kali, yang juga berada di bawah batas covenant.
Selain menyetujui divestasi, perseroan juga menggelar RUPSLB Tahun 2026 untuk menyepakati perubahan susunan dewan direksi dan dewan komisaris. Perombakan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan kepemimpinan.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PP Presisi Terbaru:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Narwanto
Komisaris: Maulana Malik Ibrahim
Komisaris: Albert Simangunsong
Dewan Direksi
Direktur Utama: Rizki Dianugrah
Direktur Keuangan & Human Capital Management: Ramlan Nurdiansah
Direktur Operasi: Yovi Hendra
“””
Leave a comment