Cibitung, Danantaranews.id – Masyarakat Kabupaten Bekasi tampaknya sudah berada di puncak titik jenuh akibat drama kemacetan yang tiada habisnya. Pembangunan pintu tol di Wanajaya Cibitung kini menjadi kebutuhan krusial yang tidak bisa ditunda-tunda lagi oleh pemerintah.
Mobilitas warga yang super padat saat jam berangkat dan pulang kerja memicu kelumpuhan lalu lintas yang parah di wilayah tersebut. Saban hari, pemandangan macet total mendera para pekerja yang hendak melintasi jalur perlintasan kereta api di Kampung Selang Cironggeng.
Ledakan Penduduk Menggila, Akses Jalan Masih Zaman Purba
Jalur krusial ini merupakan penghubung utama antara Kelurahan Telaga Asih di Cikarang Barat dengan Desa Wanajaya di Kecamatan Cibitung. Sayangnya, lonjakan drastis jumlah penduduk dan masifnya pertumbuhan perumahan baru di Desa Wanajaya tidak berbanding lurus dengan kapasitas jalan.
Pemerintah daerah setempat belum melakukan pelebaran atau peningkatan kualitas akses jalan untuk menampung volume kendaraan yang terus membeludak. Akibatnya, masyarakat harus rela membuang waktu berharga mereka di tengah aspal yang terkunci rapat setiap pagi dan sore hari.
Seorang warga setempat bernama Rudi mengungkapkan bahwa pembukaan gerbang tol baru di Desa Wanajaya akan menjadi penyelamat bagi mobilitas masyarakat. Langkah strategis ini dinilai sangat efektif untuk memotong jalur kendaraan yang ingin keluar masuk menuju jalan arteri Pantura secara instan.
Proyek Flyover Mandek, Gerbang Tol Baru Jadi Solusi Tunggal
Kehadiran pintu tol baru pada ruas Tol Cibitung – Cilincing ini menjadi jalan keluar darurat yang paling masuk akal bagi publik. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi hingga detik ini belum juga merealisasikan janji pembangunan proyek underpass ataupun flyover.
Padahal, infrastruktur pemecah kemacetan di pintu perlintasan kereta api antara Stasiun Metland Telaga Murni dan Stasiun Cibitung itu sudah bertahun-tahun disuarakan warga. Macet parah pun terus berulang karena posisi jalan utama yang sangat mepet dengan rel kereta.
“Setiap pagi warga di sini sering banget kecewa karena perlintasan kereta di sekitar Cironggeng cukup padat, baik perjalanan KRL maupun kereta jarak jauh, otomatis mobilisasi masyarakat tersendat dan macet lebih dari 2 kilometer,” kata Rudi, Minggu (07/06/2026).
Titik kemacetan paling parah biasanya mengular tepat di depan pintu gerbang utama perumahan Metland Cibitung. Ketika palang kereta api menutup akibat tingginya frekuensi perjalanan KRL dan kereta jarak jauh, antrean kendaraan langsung mengunci mati sirkulasi jalan warga.
Pengembang Metland Buka Suara, Operator Tol Siap Beri Lampu Hijau
Tuntutan keras mengenai urgensi pembukaan akses pintu tol baru di kawasan Desa Wanajaya ini ternyata sudah sampai ke telinga para pengembang properti besar. Namun, manajemen PT Metropolitan Land, Tbk selaku pengembang perumahan sekitar mengaku belum mengambil langkah formal.
Direktur PT Metropolitan Land, Tbk, Olivia Surodjo menjelaskan bahwa korporasi belum menggelar pertemuan resmi dengan pihak-pihak terkait untuk mengeksekusi usulan tersebut. Pihak pengembang masih memantau perkembangan aspirasi yang dilemparkan masyarakat kepada Pemda Bekasi.
“Belum ada diskusi mengenai membuka gerbang tol, sejauh ini yang kami ketahui adanya permintaan masyarakat sekitar kepada pemda Bekasi untuk akses pintu tol baru,” kata Olivia.
Skema pendanaan infrastruktur ini sejatinya tidak melulu mengandalkan kantong operator jalan tol, melainkan bisa menggandeng pihak swasta seperti pengembang perumahan terdekat. Pengembang perumahan dapat menginisiasi permohonan izin pembukaan gerbang tol baru kepada pemerintah daerah, terutama dalam hal pembebasan lahan strategis.
Jika kesepakatan tercapai, pihak operator tol akan meneruskan perizinan resmi ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memulai rangkaian teknis. Tahapan tersebut meliputi studi kelayakan, penetapan trase, penyusunan detail engineering design (DED), tender konstruksi, hingga uji laik fungsi.
Sinyal positif pun datang dari Direktur Utama PT Cibitung Tanjung Port Tollways (CTP), Derry Febrian Putra yang menyatakan dukungan penuh atas rencana ini. Pihaknya sama sekali tidak keberatan meskipun calon pintu tol Wanajaya tersebut hanya berjarak 3 kilometer dari GT Telaga Asih Cibitung.
“Kami mendukung jika memang ada rencana pembukaan pintu tol di wilayah tol kami untuk memudahkan akses warga setempat,” kata Derry.
Kini bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk merespons cepat kebutuhan infrastruktur yang sudah sangat mendesak ini. Jangan sampai perekonomian warga lokal terus merugi akibat waktu produktif mereka habis terkuras di jalur kemacetan. (*)
- Dampak ledakan penduduk Desa Wanajaya Cibitung
- Headline
- Kemacetan Cibitung
- Metland Cibitung
- Pemkab Bekasi
- Perlintasan Kereta Cironggeng
- Pintu tol di Wanajaya Cibitung mendesak dibangun
- Pintu Tol Wanajaya
- Proyek gerbang tol baru Tol Cibitung Cilincing
- PT Cibitung Tanjung Port Tollways
- Rencana pembangunan flyover Stasiun Metland Telaga Murni
- Solusi macet perlintasan kereta api Cironggeng Bekasi
- Tol Cibitung Cilincing
Leave a comment