Home Pasar Stimulus Fiskal 2025 Jadi Katalis IHSG, Indeks Incar Kembali Level 8.000
Pasar

Stimulus Fiskal 2025 Jadi Katalis IHSG, Indeks Incar Kembali Level 8.000

Share
IHSG Tembus 7.382! Saham Teknologi dan Infrastruktur Jadi Motor Kenaikan
Ilustrasi IHSG (Pixabay)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencuri perhatian investor setelah perdagangan Senin (15/9/2025) ditutup melonjak 1,05 persen atau 83 poin ke posisi 7.937. Tidak hanya menguat signifikan, pasar juga mencatat net buy asing sebesar Rp979 miliar. Lonjakan ini membuat banyak analis yakin IHSG berpeluang menguji kembali level psikologis 8.000.

Di balik penguatan tersebut, pasar tengah merespons optimisme terhadap stimulus fiskal 2025. Pemerintah menyiapkan kebijakan yang diyakini mampu mempercepat pembangunan dan mendorong aktivitas ekonomi domestik. Namun, di sisi lain, pelaku pasar tetap berhati-hati karena bayang-bayang koreksi masih terbuka lebar.

Saham-saham yang Jadi Incaran Asing

Sepanjang perdagangan, investor asing tercatat aktif mengoleksi saham-saham unggulan. Beberapa emiten yang paling banyak diburu asing antara lain BRMS, BBCA, TLKM, AMMN, dan BRPT. Aksi beli ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek pasar saham Indonesia, terutama menjelang keputusan penting bank sentral dunia.

Menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, tren positif IHSG masih berpotensi berlanjut meski risiko koreksi mulai meningkat. “IHSG memiliki support di level 7.870–7.900 dan resistance di 7.980–8.020. Investor bisa memanfaatkan momentum dengan strategi buy on weakness pada saham-saham pilihan seperti MDKA, UNTR, HRUM, KPIG, SRTG, dan ANTM,” ungkapnya dalam riset harian, Selasa (16/9).

Potensi Breakout Didukung Indikator Teknis

Pandangan optimistis juga datang dari Senior Market Analyst PT Mirae Aset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta. Menurutnya, IHSG kini tengah menguji potensi breakout dari neckline terdekat, dengan dukungan indikator teknikal yang semakin solid.

“Secara teknikal, IHSG diproyeksikan breakout dari neckline dengan dukungan stochastics dan RSI. Selain itu, daily net foreign buy yang mencapai Rp1,05 triliun menambah optimisme pasar,” jelas Nafan.

Kondisi ini membuat banyak investor ritel semakin percaya diri untuk masuk ke pasar. Namun, mereka tetap disarankan berhati-hati mengingat dinamika global masih sangat memengaruhi arah pergerakan indeks.

Pasar Tunggu Keputusan The Fed dan BI

Salah satu faktor yang paling ditunggu pelaku pasar adalah keputusan The Fed terkait suku bunga acuan. Konsensus memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen pada Kamis dini hari.

Tidak hanya The Fed, pasar juga menunggu pengumuman BI-Rate pada Rabu (17/9). Mayoritas analis memperkirakan Bank Indonesia akan menahan suku bunga di level 5 persen. Keputusan ini akan menjadi acuan penting bagi investor untuk memetakan strategi di pasar saham maupun obligasi.

Stimulus Fiskal 2025 Jadi Angin Segar

Selain kebijakan moneter, stimulus ekonomi 2025 juga diyakini bakal menjadi katalis positif. Program pembangunan yang dipercepat melalui stimulus ini memberi harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Investor menilai langkah pemerintah bisa memperkuat daya tahan fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Stimulus ekonomi 2025 memberi angin segar bagi perekonomian domestik. Momentum ini bisa menjadi katalis positif bagi pasar,” kata Nafan menambahkan.

Kesimpulan

Pergerakan IHSG yang berhasil menutup perdagangan di level 7.937 menunjukkan kepercayaan investor masih terjaga. Dukungan stimulus fiskal 2025 dan harapan terhadap pelonggaran kebijakan moneter global menjadi faktor utama penguatannya. Meski demikian, investor tetap harus mencermati potensi koreksi, terutama jika keputusan The Fed atau BI tidak sesuai ekspektasi pasar.

Ke depan, IHSG berpeluang besar menguji kembali level 8.000, asalkan faktor eksternal dan domestik berjalan sesuai harapan. Bagi investor, strategi buy on weakness pada saham pilihan bisa menjadi langkah cerdas untuk menghadapi volatilitas jangka pendek. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Konektivitas Laut Makin Kuat, Pelindo Genjot Layanan dan Operasional Pelabuhan Jayapura

JAYAPURA, danantaranews.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat kualitas layanan kepelabuhanan dan konektivitas laut di tanah Papua. Langkah strategis ini...

DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi UU! Terdiri 313 Pasal, Ini Poin Pentingnya

JAKARTA, danantaranews.id – DPR RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk disahkan menjadi Undang-Undang (UU). Pengesahan ini dilakukan dalam Rapat...

Related Articles

Harga TBS Sawit di Riau Turun Lagi! Kini Jadi Rp3.733 per Kg

PEKANBARU, danantaranews.id – Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di...

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa...

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk...

Huawei Mate 90 Pro Resmi Meluncur! Cek Spesifikasinya yang Wah Banget dan Harganya

BEIJING, danantaranews.id – Pasar ponsel pintar flagship kembali bergejolak setelah Huawei secara...