Jakarta, danantaranews.id – Bursa saham Tanah Air menutup perdagangan Selasa (22/4/2025) di zona hijau. Jakarta Composite Index (IHSG) parkir di 6.538,26, melonjak 92,29 poin atau 1,43%—level tertinggi intraday hari ini.
Nilai & Aktivitas Perdagangan
- Nilai transaksi: Rp 9,8 triliun
- Volume: 179,7 juta lot
- Frekuensi: 1,1 juta kali
Pergerakan positif ini ditopang rotasi dana ke saham komoditas dan keuangan seiring reli harga batu bara serta prospek penurunan suku bunga global.
Saham Pendorong: Energi Menggelegar
Indeks KOMPAS100 mencatat INDY terbang 24,89% dan HRUM melesat 19,58%. Saham terkait ekosistem kendaraan listrik, MBMA, ikut naik 11,72%. Lonjakan terjadi di tengah sentimen pemangkasan produksi batu bara Australia dan ekspektasi permintaan nikel China.
Top Gainer KOMPAS100
| Kode | Kinerja |
|---|---|
| INDY | +24,89% |
| HRUM | +19,58% |
| TOBA | +13,33% |
| MBMA | +11,72% |
| PANI | +10,05% |
Di sisi lain, sektor konsumsi ternak tertekan; JPFA anjlok 9,97% setelah rilis laporan keuangan yang di bawah ekspektasi.
Top Loser KOMPAS100
| Kode | Kinerja |
|---|---|
| JPFA | −9,97% |
| MARK | −2,92% |
| ERAA | −2,79% |
| SSMS | −2,74% |
| CPIN | −2,64% |
Aliran Dana Asing
- Net sell seluruh pasar: Rp 122,3 miliar
- Net buy reguler: Rp 176,0 miliar
Asing mencatat beli bersih selektif, terutama pada bank big four dan saham mineral:
| 5 Saham Paling Dibeli | Nilai (M) |
|---|---|
| BBCA | +145,5 |
| ANTM | +139,8 |
| BMRI | +134,9 |
| PANI | +55,4 |
| BRIS | +48,1 |
Sementara itu, aksi ambil untung terjadi pada BBRI (–Rp 174,3 miliar) dan BBNI (–Rp 76,1 miliar).
Prospek Jangka Pendek
Pelaku pasar memantau rilis neraca perdagangan China dan keputusan suku bunga BI esok hari. Selama IHSG bertahan di atas support 6.480, tren naik jangka pendek berpotensi berlanjut menuju area 6.600–6.650.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan ajakan membeli atau menjual saham.
Leave a comment