Jakarta, Danantaranews.id – Pasar saham Indonesia mencatat pergerakan positif pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 18,15 poin atau 0,27% ke level 6.636,00 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi 6.682,93 dan terendah 6.577,83.
Statistik Pasar
- Nilai Transaksi: Rp 10,39 triliun
- Volume Transaksi: 211,2 juta lot
- Frekuensi Transaksi: 972.230 kali
Meskipun IHSG mengalami kenaikan, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih. Total penjualan bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp 791,16 miliar, sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 639,28 miliar. Hal ini menunjukkan investor asing masih cenderung wait and see terhadap kondisi pasar global dan domestik.
Saham-Saham Penggerak Pasar
Top 5 Gainer KOMPAS100
- SMIL +9,49%
- INCO +9,15%
- INKP +6,93%
- NCKL +6,72%
- TKIM +6,50%
Saham SMIL dan INCO menjadi sorotan utama dengan kenaikan signifikan. INCO, yang bergerak di sektor pertambangan nikel, melonjak berkat optimisme terhadap harga komoditas global.
Top 5 Loser KOMPAS100
- INET -9,68%
- FILM -7,14%
- EMTK -6,09%
- DSNG -4,05%
- MIKA -3,89%
INET mengalami penurunan terbesar hingga 9,68%, diduga karena aksi profit taking setelah mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Aksi Jual-Beli Asing
5 Saham Paling Banyak Dibeli Asing (Seluruh Pasar)
- BBCA (+Rp 192,1 miliar)
- TLKM (+Rp 76,2 miliar)
- WIFI (+Rp 31,7 miliar)
- BRMS (+Rp 24,9 miliar)
- UNVR (+Rp 21,0 miliar)
Saham perbankan seperti BBCA dan saham telekomunikasi TLKM menjadi incaran utama investor asing di tengah sentimen positif terhadap prospek ekonomi Indonesia.
5 Saham Paling Banyak Dijual Asing (Seluruh Pasar)
- BBRI (-Rp 470,5 miliar)
- BMRI (-Rp 123,8 miliar)
- BBNI (-Rp 97,3 miliar)
- PTRO (-Rp 74,4 miliar)
- ADRO (-Rp 64,5 miliar)
Sebaliknya, saham perbankan lainnya seperti BBRI, BMRI, dan BBNI mengalami tekanan jual yang cukup besar dari investor asing.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia mengalami kenaikan moderat dengan IHSG menguat tipis 0,27%. Investor asing masih menunjukkan aksi jual, khususnya pada saham perbankan, meskipun ada beberapa saham unggulan yang tetap diminati. Pergerakan pasar selanjutnya akan bergantung pada sentimen global dan kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah Indonesia. (*)
Leave a comment