Home Pasar Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah Akibat Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi
Pasar

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah Akibat Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi

Share
Rupiah menguat ke Rp16.293 per dolar AS usai pidato dovish pejabat The Fed. Pasar menanti keputusan suku bunga pada akhir Juli
Ilustrasi Rupiah (Foto by pexels-robert-lens)
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS di akhir pekan, didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Melemahnya indeks dolar AS dipicu oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump.

Mengacu pada data Bloomberg, Jumat (7/3) pukul 15.00 WIB, kurs rupiah ditutup pada level Rp16.294 per dolar AS. Angka ini menguat 45 poin atau 0,28% dibandingkan dengan penutupan Kamis sore (6/3/2025) di Rp16.339 per dolar AS.

Kebijakan Perdagangan Trump Membayangi Ekonomi AS

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan dolar AS terjadi akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS. “Dolar mengalami tekanan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko, yang menimbulkan ketidakpastian di pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat sore.

Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, turut menyoroti bahwa kebijakan perdagangan Trump dapat memperburuk proyeksi ekonomi AS. Ia juga memperingatkan bahwa kenaikan tarif dapat memicu peningkatan inflasi.

“The Fed kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam waktu dekat, sembari menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi AS,” tambah Ibrahim.

Data Ekonomi AS dan Perdagangan Tiongkok Jadi Fokus Pasar

Pelaku pasar kini menanti rilis data penggajian nonpertanian (NFP) AS untuk bulan Februari, yang diperkirakan dapat memberikan sinyal lebih lanjut terkait kondisi ekonomi AS. Meski pasar tenaga kerja masih terbilang kuat, tanda-tanda pelemahan di sektor ini bisa semakin menekan sentimen terhadap ekonomi Negeri Paman Sam.

Sementara itu, data perdagangan Tiongkok menunjukkan ekspor mengalami perlambatan pada periode Januari-Februari, sementara impor mengalami penurunan signifikan. Meski demikian, neraca perdagangan Tiongkok tetap lebih baik dari ekspektasi.

“Ekspor yang melemah mencerminkan dampak dari tarif perdagangan yang diterapkan Trump sejak awal Februari,” jelas Ibrahim. Pekan ini, Trump kembali menaikkan tarif terhadap produk asal Tiongkok hingga 20%, yang mendorong Beijing untuk merespons dengan langkah balasan.

Meskipun terdapat tekanan dari kebijakan perdagangan global, surplus perdagangan Tiongkok tetap kuat, yang dapat menjadi faktor penyeimbang dalam pergerakan mata uang di kawasan Asia. (*)


Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Beras Premium Jadi Sorotan, Konsumen Diminta Jangan Tertipu Tampilan

Beras Premium Jangan Cuma Dilihat dari Penampilan Jakarta, danantaranews.id – Label beras premium kini menjadi perhatian karena konsumen dinilai tidak boleh hanya mengandalkan...

IKN Ubah Wajah Pembangunan, Jutaan Pohon Jadi Modal Kota Hutan Nusantara

Pembangunan IKN Tak Cuma Soal Gedung Nusantara, danantaranews.id – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa konsep yang berbeda dari pembangunan kota konvensional. Otorita...

Related Articles

Update Resmi! Daftar Harga BBM Terbaru SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA, danantaranews.id – Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di...

Menperin: Siapkan Insentif Mobil Listrik Nasional, Jadi Prioritas Utama

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi mobil listrik (electric...

IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah Jakarta, danantaranews.id – IHSG hari ini...

Laba Bersih Elnusa Melesat 29%, Kinerja Semester I 2026 Makin Solid dan Profitabilitas Terus Menguat

Pertumbuhan Laba Elnusa Lampaui Kenaikan Pendapatan Jakarta, danantaranews.id – PT Elnusa Tbk...