Home Pasar Indonesia Market Summary: IHSG Anjlok 3,31%, Investor Asing Lepas Saham Perbankan
Pasar

Indonesia Market Summary: IHSG Anjlok 3,31%, Investor Asing Lepas Saham Perbankan

Share
IHSG Anjlok 3,31% di Tengah Aksi Jual Asing
Ilustrasi IHSG (Antara)
Share

IHSG Anjlok 3,31% di Tengah Aksi Jual Asing

Jakarta, Danantaranews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terbaru mengalami tekanan hebat dengan koreksi 3,31% atau turun 214,85 poin ke level 6.270,59. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.447,88 sebelum akhirnya terkoreksi ke level terendah 6.246,27.

Tekanan Jual Asing Membebani IHSG Aksi jual bersih investor asing menjadi salah satu faktor utama yang menekan IHSG. Data menunjukkan bahwa asing mencatat net sell sebesar Rp2,91 triliun di seluruh pasar, dengan jumlah yang sama juga terjadi di pasar reguler. Saham perbankan menjadi sasaran utama aksi jual asing, terutama saham:

  • BBRI: Net sell Rp879,3 miliar
  • MDKA: Net sell Rp522,4 miliar
  • BBCA: Net sell Rp382,9 miliar
  • INKP: Net sell Rp261,6 miliar
  • BBNI: Net sell Rp233,6 miliar

Sebaliknya, saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain:

  • INDF: Net buy Rp36,1 miliar
  • RAJA: Net buy Rp26,1 miliar
  • CARS: Net buy Rp23,6 miliar
  • ADRO: Net buy Rp20,0 miliar
  • ANTM: Net buy Rp13,2 miliar

Saham Big Caps Rontok, INKP dan UNVR Pimpin Pelemahan Sejumlah saham big caps mengalami tekanan jual signifikan. Lima saham yang mengalami penurunan terdalam dalam indeks KOMPAS100 adalah:

  • INKP: -15,70%
  • UNVR: -15,42%
  • TPIA: -11,26%
  • TOBA: -10,27%
  • PTPP: -10,16%

Saham Top Gainers: CMRY dan LSIP Menguat Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan. Lima saham top gainers di indeks KOMPAS100 adalah:

  • CMRY: +4,83%
  • LSIP: +3,17%
  • AVIA: +2,82%
  • MIKA: +1,29%
  • ICBP: +0,48%

Volume dan Nilai Transaksi Masih Tinggi Total nilai transaksi di pasar modal tercatat sebesar Rp20,66 triliun, dengan volume transaksi mencapai 220 juta lot dan frekuensi perdagangan mencapai 1,3 juta kali transaksi.

Outlook Pasar: Waspada Volatilitas Tekanan jual asing yang tinggi, terutama di sektor perbankan, menjadi sinyal negatif bagi IHSG dalam jangka pendek. Pelaku pasar perlu mewaspadai potensi volatilitas lanjutan, terutama dengan sentimen eksternal yang masih bergejolak.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi.

Sumber: IPOT – IndoPremier Wealth Management Unit

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi UU! Terdiri 313 Pasal, Ini Poin Pentingnya

JAKARTA, danantaranews.id – DPR RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk disahkan menjadi Undang-Undang (UU). Pengesahan ini dilakukan dalam Rapat...

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Ini Link Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status via NIK

JAKARTA, danantaranews.id – Kabar gembira untuk para pekerja! Pemerintah kembali menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk kuartal IV 2026. Program BSU 2026 ini...

Related Articles

Harga TBS Sawit di Riau Turun Lagi! Kini Jadi Rp3.733 per Kg

PEKANBARU, danantaranews.id – Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di...

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa...

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk...

Huawei Mate 90 Pro Resmi Meluncur! Cek Spesifikasinya yang Wah Banget dan Harganya

BEIJING, danantaranews.id – Pasar ponsel pintar flagship kembali bergejolak setelah Huawei secara...