PEKANBARU, danantaranews.id – Cuaca buruk berupa kabut tebal menyelimuti wilayah Pekanbaru, Provinsi Riau, dan berdampak pada kelancaran operasional di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II).
Sebanyak 12 penerbangan dilaporkan mengalami penundaan jadwal atau delay, yang terdiri dari enam penerbangan keberangkatan dan enam penerbangan kedatangan.
Gangguan penerbangan ini dipicu oleh jarak pandang (visibility) yang merosot drastis pada Selasa pagi akibat pekatnya kabut.
Berdasarkan laporan operasional awal pukul 07.30 WIB, jarak pandang di area landasan pacu sempat menyentuh angka kritis pada rentang 100 hingga 550 meter saja, sehingga membatasi aktivitas penerbangan.
Kondisi tersebut sempat membuat aktivitas pendaratan lumpuh total di pagi hari, di mana hingga pukul 07.03 WIB belum ada satu pun pesawat yang berhasil mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru.
Dua penerbangan awal yang tercatat mengalami penundaan keberangkatan menuju Jakarta adalah maskapai Super Air Jet dengan nomor penerbangan IP329 dan Citilink QG937.
Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya suhu udara, jarak pandang di area bandara mulai membaik secara bertahap.
Hingga laporan pukul 10.30 WIB, jarak pandang dilaporkan telah meningkat hingga mencapai 3.000 meter, sehingga aktivitas penerbangan perlahan mulai pulih kembali.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, membenarkan adanya akumulasi penundaan pada belasan penerbangan tersebut akibat dinamika cuaca di pagi hari.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa operasional bandara secara umum telah kembali berjalan lancar dan aman setelah visibilitas membaik.
“Terdapat penundaan jadwal penerbangan keberangkatan enam flight dan kedatangan enam flight,” kata Achmad dalam laporan resminya di Pekanbaru.
Achmad menegaskan bahwa pengelola bandara tidak mengambil risiko terkait aspek keselamatan udara. Pihaknya terus memantau pergerakan cuaca secara intensif dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta seluruh manajemen maskapai penerbangan.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG, maskapai, serta pihak terkait. Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Achmad.
Pihak pengelola bandara mengimbau kepada para calon penumpang untuk terus memantau pembaruan status penerbangan mereka melalui kanal resmi maskapai masing-masing, terutama saat memasuki periode cuaca yang fluktuatif di wilayah Riau dan sekitarnya.
Leave a comment