Home BUMN Kita PHE Cetak 935 MBOEPD, Cadangan Migas Baru Tembus 108 MMBOE
BUMN Kita

PHE Cetak 935 MBOEPD, Cadangan Migas Baru Tembus 108 MMBOE

Share
PHE mencatat produksi 935 MBOEPD hingga Juni 2026 dan menemukan sumber daya kontingen 108 MMBOE dari aktivitas eksplorasi.
PHE mencatat produksi 935 MBOEPD hingga Juni 2026 dan menemukan sumber daya kontingen 108 MMBOE dari aktivitas eksplorasi.
Share

Produksi Migas PHE Tetap Terjaga

Jakarta, danantaranews.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat kinerja operasional yang tetap solid hingga akhir semester I 2026. Subholding Upstream Pertamina tersebut membukukan produksi migas sebesar 935 ribu barel setara minyak per hari atau MBOEPD hingga Juni 2026.

Angka itu terdiri atas produksi minyak sebesar 459 ribu barel per hari atau MBOPD. Sementara itu, produksi gas PHE mencapai 2.756 juta kaki kubik per hari atau MMSCFD.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa PHE masih mampu menjaga performa aset hulu migas di tengah kebutuhan untuk mempertahankan produksi. Perusahaan menjalankan berbagai program pengeboran, perawatan sumur, dan layanan sumur secara berkelanjutan.

278 Sumur Eksploitasi Dibor

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PHE menyelesaikan pengeboran sebanyak 278 sumur eksploitasi. Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga tingkat produksi dari aset yang sudah beroperasi.

Selain pengeboran, PHE menjalankan 601 kegiatan workover selama semester pertama 2026. Perusahaan juga mengeksekusi 13.870 kegiatan well service untuk menjaga keandalan aset serta mendukung keberlangsungan operasi.

Kombinasi berbagai kegiatan tersebut menunjukkan fokus PHE tidak hanya mengejar produksi baru. Perusahaan juga memperkuat pemeliharaan aset agar kemampuan produksi yang ada tetap optimal.

Strategi tersebut menjadi penting bagi keberlanjutan operasi hulu migas karena setiap sumur membutuhkan pengelolaan dan perawatan secara konsisten. Dengan begitu, PHE dapat menjaga keseimbangan antara produksi saat ini dan pengembangan potensi migas berikutnya.

Eksplorasi Migas Makin Digenjot

Di sisi lain, PHE terus memperkuat eksplorasi untuk menemukan sumber daya migas baru. Hingga Juni 2026, perusahaan telah menyelesaikan pengeboran sembilan sumur eksplorasi.

PHE juga menggelar survei seismik 2D sepanjang 189 kilometer. Selain itu, survei seismik 3D telah mencakup area seluas 2.848 kilometer persegi.

Aktivitas eksplorasi tersebut memberikan hasil yang cukup besar. PHE mencatat penemuan sumber daya kontingen atau 2C sebesar 108 juta barel setara minyak atau MMBOE.

Selain sumber daya kontingen, perusahaan juga mencatat tambahan cadangan terbukti atau P1 sebesar 24,9 MMBOE. Capaian ini memperkuat fondasi PHE dalam menjaga keberlanjutan pasokan migas pada periode berikutnya.

PHE Kejar Produksi Sekaligus Cadangan

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen mengatakan capaian semester pertama 2026 mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi produksi dan eksplorasi. Menurutnya, PHE berupaya menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan cadangan.

“Kinerja operasional hingga semester pertama 2026 merupakan hasil komitmen seluruh perwira PHE dalam menjalankan operasi hulu migas secara selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Hermansyah.

Ia menjelaskan PHE terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari aset eksisting dan pengembangan sumber daya baru. Strategi tersebut diarahkan agar perusahaan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap ketahanan energi nasional.

Dengan produksi minyak 459 MBOPD dan gas 2.756 MMSCFD, PHE mempertahankan basis produksi dari aset yang ada. Pada saat yang sama, aktivitas eksplorasi terus berjalan untuk membuka peluang tambahan sumber daya dan cadangan.

Program Pengeboran Jadi Kunci

PHE juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mempertahankan kinerja positif hingga akhir 2026. Perusahaan akan mengoptimalkan pengelolaan aset melalui percepatan eksekusi program pengeboran, penerapan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasi.

Langkah tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi jangka pendek. PHE juga mengejar nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan negara melalui pengelolaan aset hulu migas secara lebih optimal.

Hermansyah menilai berbagai capaian hingga pertengahan tahun menjadi fondasi penting untuk menyelesaikan seluruh program kerja 2026. Ia optimistis PHE dapat mempertahankan performa positif melalui eksekusi program yang disiplin dan pengelolaan risiko yang baik.

“Kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif melalui eksekusi program yang disiplin, pengelolaan risiko yang baik, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional,” kata Hermansyah.

ESG dan Anti-Penyuapan Tetap Jadi Fokus

Selain mengejar produksi dan cadangan, PHE menyatakan komitmen untuk terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi serta bisnis hulu migas dengan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG. Prinsip tersebut menjadi bagian dari arah pengelolaan bisnis perusahaan.

PHE juga menerapkan komitmen Zero Tolerance on Bribery untuk mencegah fraud dan memastikan perusahaan terbebas dari praktik penyuapan. Salah satu langkahnya dilakukan melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan atau SMAP.

Sistem tersebut telah menggunakan standar ISO 37001:2016. Dengan penerapan sistem ini, PHE menempatkan tata kelola dan pencegahan penyuapan sebagai bagian dari pengelolaan operasional perusahaan.

Fondasi Hulu Migas untuk Semester II

Kinerja hingga Juni 2026 memberikan dua sinyal utama bagi PHE. Di satu sisi, produksi tetap terjaga melalui optimalisasi aset eksisting, sedangkan di sisi lain perusahaan terus memperbesar basis sumber daya lewat eksplorasi.

Produksi 935 MBOEPD, penemuan sumber daya kontingen 108 MMBOE, serta tambahan cadangan terbukti 24,9 MMBOE menjadi bagian penting dari kinerja semester pertama. Sementara itu, ratusan pengeboran eksploitasi dan ribuan kegiatan well service memperkuat upaya menjaga keandalan operasi.

Memasuki paruh kedua 2026, PHE akan melanjutkan strategi tersebut dengan mengandalkan percepatan program pengeboran, teknologi, efisiensi, pengelolaan risiko, dan kolaborasi. Kombinasi produksi dan eksplorasi menjadi kunci untuk menjaga kontribusi PHE terhadap target produksi migas nasional.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

PSEL Legok Nangka Gaspol! PLN Siap Serap Listrik Sampah hingga 20 Tahun

PLN Kunci Komitmen Beli Listrik PSEL Bandung, danantaranews.id – PLN siap menyerap listrik dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok...

Distribusi BBM Jadi Sorotan, Sofyano: Jangan Lepas Kendali ke Swasta

Distribusi BBM Bukan Sekadar Urusan Logistik Jakarta, danantaranews.id – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari terminal menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)...

Related Articles

Libur HUT Ke-81 RI, Penumpang Kereta Api Daop 6 Jogja Melesat 67 Persen!

YOGYAKARTA, danantaranews.id – Momen libur panjang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan...

Garap Proyek Waste to Energy, Sucofindo Siap Ubah Sampah Jadi Listrik

JAKARTA, danantaranews.id – Masalah penumpukan sampah perkotaan di Indonesia siap diurai lewat...

Dibidik Tuntas Desember 2027, Pembangunan Kawasan Gedung DPR di IKN Terus Dikejot

JAKARTA, danantaranews.id – Pembangunan infrastruktur pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan...

Rujie Gandeng Telkom, Jaringan AI Jadi Senjata Baru Transformasi Digital

Jakarta, danantaranews.id – Rujie Networks menggandeng Telkom Indonesia  untuk mempercepat pengembangan solusi...