Jakarta, Danantaranews.id – Jangan sampai Anda ketinggalan tren bermobilitas paling hits dan efisien di ibu kota saat ini. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sedang gila-gilaan memperkuat keandalan serta keselamatan fasilitas di seluruh stasiun LRT Jabodebek.
Langkah super agresif ini sengaja meluncur demi memanjakan para penumpang yang jumlahnya terus membeludak setiap hari. Anda akan merasakan sensasi perjalanan yang jauh lebih aman, nyaman, dan antiribet sejak pertama kali menginjakkan kaki di area stasiun.
Manajemen KAI Kebut Peremajaan Lift dan Eskalator di Jatimulya Hingga Cikunir 1
KAI membenahi fasilitas penunjang secara totalitas demi menjamin kelancaran pergerakan masyarakat sub urban. Tim teknis di lapangan terus mengebut program peremajaan serta peningkatan keandalan lift dan eskalator di lokasi-lokasi padat penumpang.
Beberapa titik krusial yang mendapat jatah peremajaan komponen utama ini antara lain Stasiun Jatimulya, Bekasi Barat, Jatibening Baru, dan Cikunir 1. Manajemen juga menyuntikkan perawatan korektif berupa waterproofing atap di seluruh stasiun untuk mengantisipasi kebocoran akibat cuaca ekstrem.
Bukan hanya itu, pencahayaan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pancoran, area entrance Kuningan, hingga fasilitas Rasuna Said kini jauh lebih terang. Penumpang di Stasiun Dukuh Atas juga bisa bernapas lega berkat adanya penambahan pendingin udara di area concourse.
“Keselamatan merupakan fondasi utama layanan transportasi publik. Karena itu, setiap program perawatan dan peningkatan fasilitas yang kami lakukan selalu mengedepankan aspek keselamatan bagi pengguna maupun petugas, sehingga pengguna dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman sejak berada di area stasiun hingga tiba di tujuan,” tegas Radhitya Mardika.
Ledakan Penumpang LRT Jabodebek Tembus 13,2 Juta, Rata-Rata Harian Capai 120 Ribu!
Langkah perbaikan masif dari KAI ini sangat beralasan jika Anda melihat data pertumbuhan jumlah pengguna yang sangat fantastis. Pada periode Januari–Mei 2025, moda transportasi modern ini tercatat melayani sebanyak 10.727.798 pengguna saja.
Namun, angka tersebut langsung melompat tajam pada periode Januari–Mei 2026 dengan total capaian menyentuh 13.211.856 orang penumpang. Lonjakan masif ini menjadi bukti sahih bahwa masyarakat kini semakin bergantung pada kereta layang otomatis ini.
Kenaikan antusiasme warga juga terlihat jelas dari rata-rata pergerakan penumpang harian pada hari kerja (weekday). Angka komuter harian melejit dari yang semula hanya 98 ribu pada tahun lalu, kini meroket hingga menyentuh 120 ribu pengguna.
Integrasi Antarmoda Sempurna, Solusi Cerdas Hindari Kemacetan Horor Jakarta
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa stasiun andalan warga ini mengemban peran vital dalam ekosistem transportasi perkotaan. Kehadiran fasilitas komparatif yang prima menjadi magnet utama untuk menarik minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
Infrastruktur ini sudah terhubung secara seamless dengan berbagai moda transportasi massal lainnya di kawasan metropolitan. Alhasil, para pekerja kantoran dapat berpindah moda dengan sangat aman, nyaman, dan bebas dari drama kemacetan jalan raya.
“LRT Jabodebek merupakan bagian dari ekosistem transportasi perkotaan yang terhubung dengan berbagai moda transportasi lainnya. Karena itu, peningkatan fasilitas terus dilakukan agar pengguna dapat berpindah moda dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Pada akhirnya, seluruh upaya ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi masyarakat,” tambah Radhitya Mardika.
KAI berkomitmen akan terus mengawal pemeliharaan dan peningkatan sarana ini secara berkelanjutan sepanjang tahun. Jadi, buat Anda yang masih hobi bermacet-macetan di jalan, segera beralih ke LRT Jabodebek sebelum tertinggal kenyamanan layanannya! (*)
Leave a comment