Jakarta, danantaranews.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang sepanjang Januari hingga Mei 2026. Total sebanyak 24.372.733 pelanggan telah dilayani oleh kereta api jarak jauh dan lokal di wilayah Jawa dan Sumatra.
Angka tersebut meningkat 9,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 22.168.570 penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik di Indonesia.
“Kereta api kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari bekerja, pendidikan, wisata, hingga aktivitas ekonomi,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan data KAI, layanan KA Jarak Jauh Komersial menjadi penyumbang terbesar dengan 15,6 juta penumpang atau tumbuh 10,7 persen.
Sementara itu, KA Jarak Jauh bersubsidi (PSO) melayani 4,95 juta pelanggan, KA Lokal PSO sebanyak 2,93 juta pelanggan, dan KA Lokal Komersial mencapai 885 ribu pelanggan. Seluruhnya menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Dari sisi kelas, KA Eksekutif mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 19,1 persen dengan total 6,1 juta penumpang. KA Ekonomi tetap mendominasi dengan 14,1 juta pelanggan, diikuti KA Lokal Ekonomi sebanyak 3,6 juta pelanggan.
“Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat sangat beragam, baik untuk perjalanan jauh maupun aktivitas harian,” jelas Anne.
Di Pulau Jawa, Daop 1 Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah penumpang tertinggi mencapai 4,9 juta pelanggan. Disusul Daop 6 Yogyakarta, Daop 4 Semarang, dan Daop 8 Surabaya.
Sementara di Sumatra, pertumbuhan tertinggi terjadi di Divre IV Tanjungkarang sebesar 17,7 persen. Disusul Divre II Sumatera Barat (14,2 persen) dan Divre III Palembang (12,7 persen).
Menurut Anne, pertumbuhan di Sumatra menjadi bukti bahwa kereta api semakin dibutuhkan sebagai sarana transportasi yang efisien dan terjadwal.
“Kereta api di Sumatra sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama untuk menjangkau pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik,” katanya.
Sejumlah kereta api jarak jauh mencatat volume penumpang tinggi sepanjang awal 2026. KA Jayakarta memimpin dengan lebih dari 305 ribu pelanggan, diikuti KA Kertajaya dengan 283 ribu pelanggan.
Selain itu, KA Logawa, Ambarawa Ekspres, Malabar, dan Ranggajati juga mencatat angka penumpang yang tinggi.
Dari sisi okupansi, beberapa kereta seperti Blambangan, Jayabaya, Wijayakusuma, Malabar, dan Pandalungan bahkan mencatat tingkat keterisian di atas 100 persen. Hal ini dimungkinkan karena sistem naik-turun penumpang di berbagai stasiun dalam satu perjalanan.
Kinerja positif KAI berlanjut pada Mei 2026. Dalam satu bulan, jumlah penumpang mencapai 5.154.293 orang, naik 15,6 persen dibanding Mei 2025.
Rata-rata penumpang harian mencapai 166 ribu orang, dengan mayoritas berasal dari layanan KA Jarak Jauh.
Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Fokus utama meliputi keselamatan perjalanan, keandalan armada, kebersihan stasiun dan kereta, serta kemudahan akses pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI.
Peningkatan ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak orang beralih ke transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Dengan tren pertumbuhan yang konsisten, kereta api diprediksi akan semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam mobilitas antardaerah di Indonesia.
Leave a comment