Sumatera, danantaranews.id – Strategi pemotongan tarif tol di Pulau Sumatera saat libur panjang 2025 bukan hanya sekadar insentif finansial bagi pengguna jalan. Lebih dari itu, program potongan tarif yang diterapkan PT Hutama Karya (Persero) justru berhasil menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata di sejumlah daerah.
Selama libur nasional dan sekolah pertengahan tahun ini, terjadi lonjakan signifikan volume kendaraan yang melintasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), terutama di jalur-jalur yang terhubung langsung ke destinasi wisata favorit. Salah satu ruas dengan peningkatan paling tinggi adalah Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, yang mencatat lonjakan hingga 90 persen dibanding hari biasa.
Wisata Jadi Tujuan Utama Pengguna Tol
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyebut bahwa lonjakan ini terjadi selama periode diskon tarif yang berlangsung dalam tiga gelombang: 7–10 Juni, 27–29 Juni, dan 11–13 Juli 2025. Kebijakan ini berlaku di delapan ruas utama, termasuk Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Pekanbaru–Dumai, hingga Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat.
“Minat masyarakat yang bepergian ke tempat wisata atau kampung halaman sangat tinggi. Potongan tarif ini menjadi salah satu pemicu peningkatan mobilitas,” ujar Adjib.
Efek Multiplier ke Ekonomi Lokal
Lonjakan trafik ini juga berdampak positif terhadap sektor informal dan pariwisata daerah. UMKM di sekitar area wisata yang terhubung dengan tol seperti Danau Toba, Kampar, hingga Parapat merasakan kenaikan jumlah pengunjung dan transaksi.
Menurut Adjib, total kendaraan yang melintas selama masa potongan tarif mencapai lebih dari 900 ribu unit, atau naik 87 persen dibandingkan kondisi normal. Ruas Tol Pekanbaru – Dumai dan Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat menjadi jalur favorit masyarakat.
“Lalu lintas berlangsung lancar, tanpa hambatan berarti. Ini menunjukkan kesiapan infrastruktur tol dalam melayani volume tinggi,” lanjutnya.
Warga dan Pengamat Nilai Kebijakan Efektif
Respons masyarakat pun positif. Guntur Hamonangan Rambe, pengguna asal Siantar, mengaku penghematan dari potongan tarif sangat membantu perjalanannya.
“Biaya perjalanan saya jadi lebih hemat. Program seperti ini sebaiknya rutin dilakukan,” katanya.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai kebijakan ini sebagai langkah cerdas yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui efisiensi transportasi. Menurutnya, diskon tarif tol seperti ini memberi multiplier effect, tidak hanya bagi sektor transportasi, tetapi juga pariwisata, UMKM, dan mobilitas sosial masyarakat.
“Transparansi dan komunikasi menjadi kunci. Kebijakan seperti ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” jelasnya.
Evaluasi dan Potensi Kebijakan Berkelanjutan
Hutama Karya memastikan bahwa semua kebijakan tarif dilakukan dengan sistem otomatis dan sosialisasi luas di berbagai kanal informasi. Pihaknya juga berencana melakukan evaluasi berkala terhadap dampak jangka panjang program ini.
“Tidak menutup kemungkinan, potongan tarif akan kembali diterapkan di momentum libur besar berikutnya, demi efisiensi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Adjib.
Sebagai tambahan, Hutama Karya juga mengimbau para pengendara untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas seperti batas kecepatan 80 km/jam dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
Dengan kebijakan tarif yang terencana dan terukur, pembangunan infrastruktur jalan tol kini bukan hanya soal konektivitas, tapi juga motor penggerak ekonomi lokal di Sumatera. (*)
Leave a comment