Home Ekonomi BRICS Kian Ditekan AS, Indonesia Harus Ambil Langkah Nyata Hadapi Ancaman Ekonomi
Ekonomi

BRICS Kian Ditekan AS, Indonesia Harus Ambil Langkah Nyata Hadapi Ancaman Ekonomi

Share
Ilustrasi BRICS
Share

Jakarta, danantaranews.id – BRICS kembali menjadi sorotan seiring tekanan Amerika Serikat yang makin keras. Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana ancaman AS memengaruhi Indonesia dan apa langkah nyata yang perlu diambil pemerintah agar ekonomi nasional tetap aman?

BRICS hari ini menghadapi tantangan besar. Seperti dilansir Ipotnews pada 8 Juli 2025, Amerika Serikat mengancam tarif tambahan sebesar 10 persen bagi negara-negara yang dianggap mendukung kebijakan “anti-Amerika” BRICS, termasuk Indonesia. Tekanan ini langsung menimbulkan kekhawatiran soal stabilitas ekonomi dalam negeri dan nilai tukar rupiah yang makin rentan.

Ancaman Tarif AS Bisa Picu Tekanan Ekonomi

Menurut laporan Fixed Income Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Karinska Salsabila Priyatno, ancaman tarif dari AS berpotensi menambah tekanan pada neraca eksternal dan nilai tukar rupiah. “Ancaman tarif sepihak dari AS menambah tekanan terhadap neraca eksternal Indonesia dan nilai tukar rupiah,” ujar Karinska dalam keterangan tertulis, Selasa (8/7/2025).

Meskipun cadangan devisa Indonesia naik tipis menjadi USD152,6 miliar per Juni 2025, Karinska menilai kondisi ini belum cukup untuk membuat Indonesia kebal terhadap gejolak global. Intervensi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah harus didukung kebijakan nyata agar efek negatif tidak meluas.

Impor Gandum Bukan Solusi Utama

Indonesia memang berupaya meredam tekanan lewat kerja sama dagang. Salah satunya dengan meningkatkan impor gandum dari Amerika Serikat lewat nota kesepahaman untuk periode 2025 hingga 2030. Namun, Karinska menilai langkah ini hanya bersifat simbolis dan porsinya masih kecil dibanding total kebutuhan impor gandum Indonesia.

“Indonesia perlu merespons dengan langkah konkret, menjaga disiplin fiskal, menstabilkan rupiah, dan mempercepat negosiasi dagang bilateral, untuk meredam dampak lanjutan dari ancaman tarif AS,” tegas Karinska.

Pasar Keuangan Waspada Dampak BRICS

Dinamika BRICS turut memengaruhi pasar keuangan domestik. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 8 Juli 2025 menjadi ajang uji minat investor di tengah ketidakpastian global. Yield SRBI turun tajam, berpotensi menopang permintaan di tenor pendek. Namun, tenor panjang diperkirakan butuh imbal hasil lebih menarik agar investor tetap tertarik.

Indonesia harus ekstra waspada. Tanpa progres konkret, risiko terhadap neraca dagang, arus modal, dan minat investor terhadap aset rupiah berjangka panjang bisa meningkat signifikan. “Tanpa progres yang jelas, risiko-risiko tersebut bisa meningkat tajam,” pungkas Karinska. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Model Taktis JNE: Sukses Angkut 500 Ton Donasi Gratis Ongkir, Menjadi Tulang Punggung Bantuan Bencana Sumatera

Transformasi Logistik Menjadi Aksi Kemanusiaan: JNE Buktikan Kapasitas Distribusi Nasional Jakarta, danantaranews.id – Respons cepat dan terstruktur ditunjukkan oleh perusahaan logistik terdepan, JNE, dalam...

DPR RI Kirim 15 Ton Logistik ke Banjir Sumatera, Ahmad Sahroni Dampingi Pengiriman

Jakarta, danantaranews.id — Banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera membuat anggota DPR RI non aktif Ahmad Sahroni ikut memberikan dukungan kepedulian....

Related Articles

Rombak Aturan Hulu Migas: PUSKEPI Desak Pemerintah Wajibkan KKKS Pasok Minyak ke Pertamina

Jakarta, danantaranews.id – Kemandirian energi Indonesia kini kembali menjadi sorotan tajam di...

Menakar Kesiapan Energi Nasional: Mengapa Pertamina Patra Niaga Tetap Menjadi Tumpuan Saat Mudik Lebaran 2026?

Jakarta, danantaranews.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan hiruk-pikuk arus mudik...

Rupiah Dalam Bahaya! Ketegangan Nuklir AS-Iran Memuncak, Mata Uang Garuda Terjun Bebas ke Rp16.829

Jakarta, danantaranews.id – Kabar buruk kembali menghantam pasar keuangan tanah air. Nilai...

Urgensi Pemisahan Kementerian ESDM demi Masa Depan Transisi Energi Indonesia

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi momentum krusial untuk...