Home Ekonomi Rupiah Melemah ke Rp16.303, Gejolak Timur Tengah Tekan Nilai Tukar
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp16.303, Gejolak Timur Tengah Tekan Nilai Tukar

Share
Rupiah Melemah ke Rp16.303, Gejolak Timur Tengah Tekan Nilai Tukar
Ilustrasi depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS (Copilot AI)
Share

Serangan Israel ke Iran Bikin Rupiah Melemah, Dolar AS Makin Perkasa

Jakarta, danantaranews.id – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di akhir pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (13/6/2025) pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup melemah ke Rp16.303 per dolar AS, turun 61 poin atau 0,38% dibanding hari sebelumnya di level Rp16.242.

Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh ketegangan geopolitik terbaru setelah Israel meluncurkan serangan udara ke Iran, yang langsung memicu efek domino ke pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Dolar AS Menguat, Investor Kabur dari Aset Berisiko

Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, penguatan dolar AS didorong oleh lonjakan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal ini membuat pelaku pasar cenderung memilih aset aman (safe haven) seperti dolar AS.

“Penyebabnya adalah kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah secara tiba-tiba menyusul serangan Israel terhadap Iran yang memicu sentimen risk-off yang meluas,” jelas Ibrahim dalam keterangannya.

Bukan cuma itu, Ibrahim menambahkan tekanan juga datang dari isu perdagangan global. Presiden AS Donald Trump kembali mengangkat wacana menaikkan tarif impor otomotif, yang bisa memperburuk tensi ekonomi internasional.

Situasi Panas di Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Serangan Israel terhadap Iran pada Jumat pagi membuat suasana di kawasan memanas. Media lokal Iran melaporkan suara ledakan di Teheran, sementara sistem pertahanan udara Iran langsung diaktifkan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan serangan ini bertujuan melemahkan infrastruktur nuklir, pabrik rudal balistik, dan kekuatan militer Iran. Kejadian ini berlangsung saat AS dan Iran sedang dalam proses diplomasi terkait program nuklir Iran.

Respons AS: Tak Terlibat Langsung, Tapi Tetap Waspada

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak terlibat dalam serangan Israel tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai aksi sepihak dari Israel dan meminta Iran untuk tidak membalas dengan menyerang kepentingan AS.

“Serangan itu dilakukan sepihak oleh Israel. AS tidak terlibat dan kami mendesak Iran agar tidak menargetkan personel atau fasilitas kami,” tegas Rubio dalam pernyataan resminya.

Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?

Gejolak geopolitik global seperti ini memang kerap bikin pasar finansial dalam negeri gonjang-ganjing. Nilai tukar rupiah sebagai indikator sentimen investor langsung terkena imbas, terutama ketika risiko global meningkat.

Pelemahan rupiah bisa berdampak pada biaya impor, inflasi, dan daya beli masyarakat jika tren ini berlanjut. Investor pun disarankan tetap memantau perkembangan situasi global, khususnya konflik Timur Tengah, yang bisa jadi katalis negatif dalam waktu dekat.

Kesimpulan:

Rupiah kembali tertekan di level psikologis Rp16.300 per dolar AS, menandakan pasar masih sangat sensitif terhadap ketegangan geopolitik. Dengan konflik Israel-Iran yang terus berkembang, investor perlu waspada dan selektif dalam mengambil keputusan keuangan. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Model Taktis JNE: Sukses Angkut 500 Ton Donasi Gratis Ongkir, Menjadi Tulang Punggung Bantuan Bencana Sumatera

Transformasi Logistik Menjadi Aksi Kemanusiaan: JNE Buktikan Kapasitas Distribusi Nasional Jakarta, danantaranews.id – Respons cepat dan terstruktur ditunjukkan oleh perusahaan logistik terdepan, JNE, dalam...

DPR RI Kirim 15 Ton Logistik ke Banjir Sumatera, Ahmad Sahroni Dampingi Pengiriman

Jakarta, danantaranews.id — Banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera membuat anggota DPR RI non aktif Ahmad Sahroni ikut memberikan dukungan kepedulian....

Related Articles

Rombak Aturan Hulu Migas: PUSKEPI Desak Pemerintah Wajibkan KKKS Pasok Minyak ke Pertamina

Jakarta, danantaranews.id – Kemandirian energi Indonesia kini kembali menjadi sorotan tajam di...

Menakar Kesiapan Energi Nasional: Mengapa Pertamina Patra Niaga Tetap Menjadi Tumpuan Saat Mudik Lebaran 2026?

Jakarta, danantaranews.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan hiruk-pikuk arus mudik...

Rupiah Dalam Bahaya! Ketegangan Nuklir AS-Iran Memuncak, Mata Uang Garuda Terjun Bebas ke Rp16.829

Jakarta, danantaranews.id – Kabar buruk kembali menghantam pasar keuangan tanah air. Nilai...

Urgensi Pemisahan Kementerian ESDM demi Masa Depan Transisi Energi Indonesia

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi momentum krusial untuk...